SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Generasi Emas Kaltim.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Khakim Ghozali, beserta jajaran di Kantor Gubernur Kaltim pada Senin, 6 Juli 2026.
Pada pertemuan itu, gubernur menekankan bahwa pendidikan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memutus rantai kemiskinan. Karena itu, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran bernilai triliunan rupiah melalui Program Gratispol agar masyarakat dapat mengakses pendidikan tanpa biaya mulai jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
“Kami memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan dunia pendidikan. Kami menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan,” kata politikus Partai Golkar ini.
Menurut Rudy, Program Gratispol diperuntukkan bagi putra-putri Kaltim yang telah berdomisili dan memiliki KTP Kaltim sedikitnya selama tiga tahun.
Adapun jumlah mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) telah memperoleh manfaat dari program tersebut tercatat sebanyak 3.572 orang.
Rudy menilai keberadaan ITK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengembangan inovasi, riset, dan teknologi terapan, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara.
“Keberadaan ITK di Balikpapan kami harapkan mampu menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, dan teknologi terapan yang mendukung percepatan pembangunan Kaltim maupun Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta ITK memprioritaskan pembangunan gedung perkuliahan beserta sarana pendukung agar kapasitas kampus dapat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.
Karena itu, dia berharap peningkatan fasilitas pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja sekaligus melahirkan wirausahawan baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
“Kami berharap ITK menghasilkan lulusan yang siap diserap dunia usaha dan industri, sekaligus melahirkan para entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK, Khakim Ghozali menyampaikan perkembangan kampus sejak berdiri lebih dari satu dekade lalu di Balikpapan. Kata dia, ITK telah berkembang dari lima program studi menjadi 25 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 7 ribu orang.
Menurut Khakim, sekitar 90 persen mahasiswa ITK berasal dari Kaltim, menunjukkan tingginya minat masyarakat daerah terhadap pendidikan tinggi berbasis teknologi.
Audiensi tersebut juga dihadiri Kepala BPKAD Kaltim, Ahmad Muzakkir; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah; serta Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kaltim. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












