Polres Kutai Timur Ungkap 209 Kasus Narkoba, Gagalkan Peredaran 92 Kg Sabu

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Polres Kutai Timur mencatat berbagai capaian penegakan hukum sepanjang satu tahun terakhir, mulai dari pengungkapan ratusan perkara pidana hingga menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar.

Salah satu pengungkapan terbesar dilakukan melalui operasi gabungan yang berhasil menyita 92 kilogram sabu dan 1.000 cartridge vape mengandung etomidate.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto saat menyampaikan sambutan dalam syukuran HUT ke-80 Bhayangkara bertema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi di Sangatta pada Rabu, 1 Juli 2026.

Dia mengungkapkan, selama periode setahun terakhir Satreskrim Polres Kutai Timur bersama jajaran polsek menangani 314 perkara pidana dengan 410 tersangka.

Penanganan itu meliputi kasus pencurian, penganiayaan, penggelapan, tindak pidana korupsi, hingga kejahatan terhadap kekayaan negara dan sumberdaya alam.

Selain penanganan perkara, Polres Kutai Timur juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penyidikan.

Sebanyak 36 penyidik telah mengikuti pelatihan pengembangan spesialis untuk memperkuat profesionalisme dalam proses penegakan hukum.

“Kami terus meningkatkan kapasitas penyidik melalui pelatihan pengembangan spesialis. Sebanyak 36 penyidik telah mengikuti pelatihan guna mendukung profesionalisme dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kutai Timur,” tutur Fauzan.

Kemudian pada sektor pemberantasan narkotika, Satresnarkoba Polres Kutai Timur mengungkap 209 perkara dengan 252 tersangka.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita sabu seberat 2.635,02 gram yang diperkirakan mampu mencegah penyalahgunaan narkoba terhadap sekitar 13.175 orang.

Dia menegaskan upaya pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tapi juga diperkuat dengan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, pembentukan Kampung Bebas Narkoba, kegiatan sambang, serta razia di lokasi yang dinilai rawan penyalahgunaan narkotika.

“Komitmen kami terhadap pemberantasan narkoba tidak akan pernah surut. Selain penegakan hukum, kami juga terus melakukan sosialisasi, sambang masyarakat, pembentukan Kampung Bebas Narkoba, hingga razia di tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika,” tegas Fauzan.

Kesuksesan lain diraih melalui operasi gabungan Polres Kutai Timur bersama Badan Narkotika Nasional pada Mei 2026. Dalam operasi tersebut, petugas membongkar jaringan peredaran narkoba berskala besar dengan menyita 92 kilogram sabu serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate.

Tak cuma itu, Polres Kutai Timur juga mengedepankan penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice.

Selama setahun terakhir, sebanyak 117 perkara diselesaikan melalui mekanisme tersebut dengan mengutamakan dialog, mediasi, dan pemulihan hubungan antara para pihak.

Dalam bidang lalu lintas, Polres Kutai Timur mencatat penurunan angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 sebesar 31,43 persen, sementara tingkat fatalitas turun hingga 53,42 persen.

Capaian ini diperoleh melalui kolaborasi bersama Dinas Perhubungan dan sejumlah pemangku kepentingan.

Satlantas Polres juga menindak aksi balap liar dengan menggagalkan tiga kegiatan balap ilegal, mengamankan empat sepeda motor beserta tiga pelaku, serta memusnahkan 901 knalpot brong sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Dia menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Polres Kutai Timur, TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kutai Timur.

“Kami menyadari stabilitas kamtibmas merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu Polres Kutai Timur akan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, dan hadir memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” ujar Fauzan.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam memerangi berbagai bentuk kejahatan, khususnya peredaran narkotika yang dinilai masih menjadi ancaman bagi generasi muda.

“Keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tapi membutuhkan sinergi semua pihak. Mari bersama-sama kita jaga Kutai Timur agar tetap aman, nyaman, dan bebas dari narkoba demi masa depan generasi penerus bangsa,” pintanya. (ogy/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: