SAMARINDA, KASAKKUSUK.com –Populasi pesut Mahakam di perairan Sungai Mahakam menunjukkan tren peningkatan pada 2025. Sebanyak enam individu baru teridentifikasi sepanjang tahun ini, sehingga total populasi mamalia air tawar endemik tersebut kini mencapai 66 ekor, naik dari sekitar 60 ekor pada 2024.
Informasi tersebut disampaikan peneliti Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, di Samarinda pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Dia menyebutkan pertambahan enam individu menjadi indikator bahwa upaya perlindungan habitat yang dilakukan berbagai pihak mulai memperlihatkan hasil.
“Kami mendirikan yayasan ini untuk menyelamatkan satwa yang terancam punah. Dalam satu tahun terakhir jumlahnya bertambah enam ekor,” tutur Danielle.
Secara ilmiah, kata dia, angka 66 ekor masih menempatkan pesut Mahakam atau Orcaella brevirostris dalam kategori terancam punah dengan tingkat risiko tinggi.
Karena itu, setiap kelahiran dinilai penting bagi keberlangsungan populasi, namun ancaman di habitat alaminya tetap menjadi perhatian serius.
Pesut Mahakam hidup berdampingan dengan aktivitas manusia di alur sungai utama Kaltim.
Lalu lintas kapal, termasuk tongkang pengangkut batu bara, risiko terjerat alat tangkap ikan, serta penurunan kualitas air menjadi tantangan yang terus dihadapi satwa tersebut.
Untuk menekan risiko itu, berbagai langkah pencegahan diperkuat, antara lain pengawasan jalur pelayaran, edukasi masyarakat pesisir, serta pemantauan rutin yang melibatkan pemerintah dan komunitas lokal. Upaya ini diarahkan untuk menjaga ruang hidup pesut agar tetap aman.
Bagi masyarakat Kaltim, pesut Mahakam bukan sekadar satwa endemik. Ia dipandang sebagai penanda kesehatan ekosistem sungai sekaligus bagian dari identitas daerah.
Danielle berharap tren pertumbuhan populasi ini dapat dipertahankan melalui perlindungan yang konsisten.
“Kenaikan ini harus dijaga. Upaya perlindungan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesut tidak punah,” ujarnya. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












