SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Daevin Halbert Lius, pelajar asal Kota Samarinda, Provinsi Kaltim mencatatkan prestasi membanggakan setelah menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang lolos ke babak final dunia Global Round Hippo English Language Olympiad 2026 di Italia.
Keberhasilan tersebut diraih usai menyabet gelar juara pertama tingkat Asia Tenggara pada ajang Hippo English Contest yang berlangsung di Phuket, Thailand.
Prestasi itu memastikan Daevin memenuhi syarat utama untuk tampil di putaran final dunia. Dalam kompetisi tersebut, hanya peraih juara pertama yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat internasional.
Pelajar SMP Cita Hati Christian School Samarinda itu dikenal sebagai sosok yang aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi hampir 100 penghargaan dari tingkat nasional hingga internasional.
Bidang yang pernah ia tekuni pun beragam, mulai dari matematika, sains, bahasa Mandarin, piano, debat bahasa Inggris, hingga jurnalistik. Namun belakangan, Daevin mengaku lebih menaruh minat pada bahasa Inggris.
Daevin mengatakan bahwa mengikuti berbagai perlombaan telah menjadi bagian dari kegemarannya.
“Lomba sudah menjadi hobi saya. Sekarang saya sendiri yang minta didaftarkan kalau ada lomba,” ungkap Daevin ketika ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Pelita, Samarinda pada Rabu, 8 Juli 2026.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Welly Lius dan Melinda Tandrin.
Selama ini, keluarga berperan aktif dalam mencari informasi kompetisi, melakukan pendaftaran, menyiapkan pendamping belajar, hingga membiayai keberangkatan ke berbagai ajang internasional secara mandiri.
Melinda menegaskan keluarga tidak pernah membebani putranya dengan target prestasi tertentu. Menurutnya, yang terpenting adalah memberikan kesempatan agar potensi anak dapat berkembang secara optimal.
“Kami hanya ingin memberikan kesempatan terbaik agar potensi Daevin terus berkembang. Soal hasil, kami percaya itu akan mengikuti prosesnya,” ucap Melinda.
Keluarga juga berharap Daevin dapat melanjutkan pendidikan di lingkungan yang lebih luas, baik di luar Kaltim maupun di luar negeri, sehingga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan akademik dan penguasaan bahasa secara lebih maksimal.
Meski memiliki segudang prestasi, Daevin tetap menjalani kehidupan layaknya remaja seusianya. Di sela persiapan menghadapi final dunia di Italia serta kompetisi debat internasional di Bangkok, ia masih menyempatkan diri bermain basket dan menikmati permainan Minecraft.
Keberhasilan Daevin menjadi wakil tunggal Asia Tenggara pada ajang bergengsi tersebut sekaligus membawa nama Samarinda dan Indonesia ke panggung internasional.
Capaian itu menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global melalui kerja keras, ketekunan, serta dukungan keluarga yang berkelanjutan. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












