Warga Desa Sukamaju Masih Menunggu Jaringan Air Bersih PDAM
KONGBENG, KASAKKUSUK.com – Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, masih menunggu pembangunan jaringan air bersih melalui sistem perpipaan yang direncanakan pemerintah daerah.
“Program tersebut sebelumnya masuk dalam perencanaan pembangunan 2026-2027, tapi hingga kini belum terealisasi karena adanya efisiensi anggaran,” ungkap Kepala Desa Sukamaju, Muhammad Usman kepada KASAKKUSUK.com di kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada Kamis,.10 September 2026.
Dia mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang masih perlu mendapat perhatian. Selama ini, masyarakat memanfaatkan sumber air yang tersedia di wilayah desa, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan embung.
Menurutnya, Pemerintah Desa telah membangun sejumlah embung sejak 2017 sebagai salah satu upaya menyediakan sumber air bagi masyarakat. Keberadaan embung cukup membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan air di tengah keterbatasan jaringan perpipaan.
Namun kata dia, keberadaan embung belum dapat menjadi solusi jangka panjang. Itu sebabnya, Pemerintah Desa membutuhkan sistem distribusi air yang lebih terintegrasi agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih stabil.
“Pembangunan jaringan PDAM sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah. Pemasangan jaringan pipanisasi ditargetkan dalam perencanaan 2026-2027, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” kata Usman.
Dia menjelaskan, belum terlaksananya pembangunan jaringan tersebut berkaitan dengan efisiensi anggaran. Kondisi itu membuat pemerintah desa masih harus mengoptimalkan sumber air yang tersedia sembari menunggu dukungan pemerintah daerah.
Kebutuhan air bersih, lanjut dia, semakin penting seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Air tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tapi juga menunjang kegiatan ekonomi serta operasional berbagai fasilitas umum di desa,” ucap Usman.
Persoalan menjadi lebih terasa ketika memasuki musim kemarau. Sejumlah embung yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mulai mengalami penyusutan sehingga cadangan air semakin terbatas.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa menyiapkan langkah sementara untuk menjaga ketersediaan air bagi warga. Salah satunya dengan menyiapkan pengadaan mesin pompa yang nantinya digunakan untuk mengambil air dari sungai dan mendistribusikannya kepada masyarakat.
“Ketika musim kemarau, sejumlah embung mulai mengalami penyusutan. Karena itu, kami mulai menyiapkan mesin pompa untuk mengambil air dari sungai dan mendistribusikannya kepada masyarakat,” tutur Usman.
Upaya tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Meski demikian, pemerintah desa tetap mengharapkan pembangunan jaringan air bersih permanen dapat segera dilanjutkan.
Usman mengaku, Pemerintah Desa memiliki keterbatasan, baik dari sisi kewenangan maupun kemampuan anggaran, untuk membangun jaringan air bersih dalam skala besar.
Pembangunan sistem perpipaan membutuhkan dukungan lintas pemerintahan agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
“Pemerintah Desa memiliki keterbatasan kewenangan dan anggaran untuk membangun sistem jaringan air bersih berskala besar. Karena itu, dukungan pemerintah kabupaten dan pihak terkait sangat diperlukan,” ujar Usman.
Pemerintah Desa Sukamaju berharap program pemipaan yang telah masuk dalam perencanaan dapat kembali dilanjutkan. Selain memperkuat pemenuhan kebutuhan dasar warga, jaringan air bersih permanen dinilai akan membantu menjaga kualitas kesehatan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi desa secara berkelanjutan. (adv)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply