Gempa M7,7 Guncang Flores, Korban Jiwa dan Kerusakan Bertambah
FLORES, KASAKKUSUK.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi, 16 Agustus 2026.
Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau 05.58 WITA. Lokasi episenter berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.
Guncangan kuat memicu kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Data BNPB yang diperbarui hingga Sabtu pukul 12.30 WIB mencatat sedikitnya 14 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 lainnya luka ringan. Data korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.
Sejumlah korban dilaporkan tertimpa bangunan yang roboh. Di Maumere, Kabupaten Sikka, proses pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan di sejumlah lokasi terdampak. Kondisi di lapangan juga diperberat oleh gangguan komunikasi, pemadaman listrik, serta akses menuju beberapa wilayah.
Akses menuju wilayah sekitar Nagekeo menjadi salah satu kendala dalam penanganan bencana. Longsor dilaporkan mengganggu jalur darat, sementara komunikasi di sejumlah lokasi turut mengalami gangguan. Sekitar 2.000 warga Nagekeo telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Gempa dangkal tersebut juga memicu peringatan dini tsunami. BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir, dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di Maurole, Ende.
Selain itu, gelombang tercatat di Pelabuhan Kewapante, Sikka, serta sejumlah wilayah lain seperti Flores Timur, Labuan Bajo, Dompu, dan Alor. BMKG kemudian menyatakan potensi tsunami telah berakhir.
Peringatan tsunami sebelumnya mencakup sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Masyarakat di wilayah pesisir sempat melakukan evakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang tsunami.
Setelah gempa utama, aktivitas seismik masih berlanjut. BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi 111 gempa susulan.
Fasilitas Publik Rusak
Dampak gempa juga dirasakan pada sejumlah fasilitas publik dan transportasi. Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu penumpang dilaporkan mengalami kerusakan ketika KM Bukit Siguntang sedang bersandar.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Reo, khususnya pada bagian kantor dan terminal. Sementara di Pelabuhan Nagekeo, kerusakan ringan berupa plafon runtuh dan sejumlah bagian tembok retak menyebabkan layanan kapal perintis sementara dihentikan.
Bandara Komodo juga mengalami kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi. Fasilitas sisi udara dilaporkan mengalami kerusakan minor.
Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan dengan sejumlah pembatasan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kerusakan di bandara tersebut.
Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan kerusakan, evakuasi warga, pencarian korban, serta pemulihan akses menuju wilayah terdampak.
Kementerian Perhubungan juga menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di NTT dan wilayah sekitarnya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam menangani dampak gempa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa maupun potensi gempa susulan. Peringatan tsunami telah berakhir, tetapi aktivitas gempa susulan masih berlangsung. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply