Listrik Desa Sukamaju Nyala 24 Jam, Pemadaman Masih Terjadi
KONGBENG, KASAKKUSUK.com – Masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, kini telah menikmati layanan listrik selama 24 jam. Meski demikian, gangguan pasokan masih terjadi sehingga warga terkadang harus menghadapi pemadaman selama beberapa jam.
Kepala Desa Sukamaju, Muhammad Usman menhelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan sistem kelistrikan yang masih menghadapi sejumlah kendala. Pasokan listrik di tingkat kecamatan masih mengandalkan pembangkit tenaga diesel dengan cakupan pelayanan yang cukup luas.
Jumlah pelanggan yang cukup banyak turut menjadi tantangan dalam menjaga kestabilan pasokan. Dalam kondisi tertentu, sistem pelayanan listrik dapat dilakukan secara bergiliran sehingga sebagian masyarakat masih mengalami pemadaman.
“Kadang-kadang dua sampai tiga jam mati,” kata Usman kepada KASAKKUSUK.com di kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada Kamis, 10 September 2026.
Menurut Usman, pelayanan kelistrikan di Desa Sukamaju dikelola langsung oleh PT PLN. Pemerintah desa tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan maupun penanganan teknis sistem kelistrikan.
Karena itu, ketika terjadi gangguan, proses pemulihan pasokan bergantung pada penanganan dari pihak pengelola. Pemerintah desa hanya dapat menyampaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat kepada pihak terkait agar gangguan dapat segera ditangani.
Meski masih menghadapi pemadaman, Usman mengapresiasi kondisi layanan listrik yang secara umum telah tersedia selama 24 jam. Menurut dia, keberadaan listrik menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Listrik tidak hanya diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga. Pasokan listrik yang stabil juga berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik hingga akses masyarakat terhadap teknologi informasi.
Kebutuhan tersebut semakin besar seiring berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), misalnya, membutuhkan listrik untuk menjalankan berbagai peralatan produksi. Gangguan pasokan dapat memengaruhi kelancaran kegiatan usaha mereka.
Hal serupa berlaku bagi fasilitas pelayanan publik dan jaringan internet desa yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Stabilitas listrik menjadi salah satu faktor pendukung agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.
Dia berharap kualitas pasokan listrik di wilayahnya dapat terus ditingkatkan sehingga frekuensi maupun durasi pemadaman dapat diminimalkan.
“Harapannya, ke depan pasokan listrik semakin stabil sehingga pemadaman bisa diminimalkan,” kata Usman.
Dia menilai peningkatan kualitas infrastruktur dasar perlu dilakukan secara bersamaan. Selain listrik, Desa Sukamaju masih membutuhkan penguatan infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Kata dia, ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan dalam mendukung terwujudnya desa yang semakin mandiri.
Dia bilang, infrastruktur yang memadai akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
“Peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti listrik, jalan dan air bersih merupakan bagian penting dalam mewujudkan desa mandiri,” tutur Usman.
Pemerintah Desa Sukamaju akan terus menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pihak terkait. Karena itu, dia berharap dukungan pemerintah dan pengelola layanan dapat mendorong peningkatan kualitas infrastruktur kelistrikan sehingga pasokan listrik semakin andal dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
“Dengan layanan listrik yang lebih stabil, aktivitas rumah tangga, UMKM, pendidikan, pelayanan publik serta pemanfaatan teknologi di Desa Sukamaju diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” paparnya. (adv)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply