Pasar Online di Desa Sukamaju, Jalan UMKM Menembus Pasar Luas

KONGBENG, KASAKKUSUK.com –  Bagi pelaku usaha di Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, memiliki produk yang berkualitas belum tentu cukup untuk membuat usaha berkembang. Tantangan berikutnya adalah menemukan pasar yang lebih luas.

Persoalan itulah yang coba dijawab Pemerintah Desa Sukamaju melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Desa Sukamaju, Muhammad Usman mengemukakan, desanya mulai menyiapkan pasar online dengan konsep menyerupai marketplace untuk membantu masyarakat mempromosikan sekaligus menjual berbagai produk usaha mereka.

“Sistem pemasaran menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan usaha masyarakat,” kata Usman kepada KASAKKUSUK.com di kantor Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada Kamis, 10 September 2026.

Dia menyebutkan produk yang dihasilkan warga cukup beragam. Mulai makanan, minuman, camilan, sayuran hingga kerajinan memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas apabila didukung sarana pemasaran yang memadai.

Pasar online tersebut kemudian dirancang sebagai salah satu pintu bagi produk lokal Sukamaju untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan desa.

Bagi pemerintah desa, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, pemanfaatan platform digital menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pasar di sekitar tempat tinggal.

Di luar pemasaran melalui internet, menurut Usman, masyarakat juga tentu memiliki ruang untuk memasarkan produknya secara langsung di kawasan Embung Wisata Banyulangi.

Kawasan tersebut berkembang sebagai salah satu tempat yang mempertemukan aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat.

“Sekitar 27 UMKM telah tercatat bergabung dalam komunitas usaha yang memanfaatkan kawasan tersebut,” ucap Usman.

Dia bilang, keberadaan UMKM di kawasan wisata memberikan peluang bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan konsumen. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tapi juga dapat melihat dan membeli produk yang dihasilkan warga Sukamaju.

“Konsep pemasaran ganda inilah yang ingin diperkuat pemerintah desa. Pasar online menjangkau konsumen secara digital, sementara Embung Wisata Banyulangi menjadi ruang pemasaran secara langsung,” tutur Usman seraya menambahkan, keduanya diharapkan dapat saling melengkapi dan membuka peluang peningkatan omzet bagi pelaku usaha.

Tak cuma itu, pengembangan UMKM juga memiliki arti lebih luas bagi Desa Sukamaju. Pemerintah desa melihat perlunya sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat seiring munculnya persoalan produktivitas pada sektor perkebunan sawit akibat usia tanaman yang semakin tua.

“Ketergantungan pada satu sektor ekonomi dinilai perlu diimbangi dengan pengembangan usaha lain. UMKM menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan dari potensi yang sudah dimiliki masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya tak hanya menyediakan ruang pemasaran. Pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kemampuan melalui pelatihan serta memperbaiki kualitas produk.

Dia juga mengungkapkan, kemasan, inovasi produk dan pemasaran digital menjadi sejumlah aspek yang terus diperkuat agar produk masyarakat memiliki daya saing lebih baik.

Upaya tersebut menjadi penting karena pasar digital tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli. Ruang digital juga dapat menjadi etalase yang memperkenalkan identitas dan potensi Desa Sukamaju kepada masyarakat di luar daerah.

Ketika sebuah produk masyarakat tampil di pasar online, yang diperkenalkan bukan hanya barang yang dijual. Di balik produk tersebut terdapat cerita tentang masyarakat, potensi ekonomi dan kehidupan Desa Sukamaju.

Karena itu, pasar online yang dikembangkan pemerintah desa diharapkan dapat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat transaksi.

“Digitalisasi pemasaran dapat menjadi media untuk memperkenalkan berbagai potensi desa, termasuk produk UMKM dan kawasan wisata Embung Banyulangi,” jelas Usman.

Bagi Desa Sukamaju, pengembangan pasar online menjadi bagian dari proses membangun ekonomi desa yang lebih adaptif. Aktivitas usaha tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembeli yang datang secara langsung, tetapi mulai diarahkan untuk menjangkau konsumen melalui ruang digital.

Pada saat yang sama, kawasan wisata tetap menjadi etalase fisik bagi produk masyarakat. Menurutnya, perpaduan antara pemasaran offline dan online tersebut diharapkan mampu membuka pasar baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan Desa Sukamaju secara lebih luas.

Pada akhirnya, pasar online menjadi lebih dari sekadar sarana jual beli. Ia menjadi bagian dari upaya Sukamaju menyiapkan masyarakat menghadapi perubahan ekonomi dengan menjadikan teknologi, UMKM dan potensi wisata sebagai tiga kekuatan yang dapat tumbuh bersama. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: