BPBD Catat 68 Kejadian Karhutla di Kutai Timur, 103 Hektare Lahan Terbakar

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur mencatat 68 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 103 hektare.

Data tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kutai Timur, Sulastin kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Jumat, 4 September 2026.

Sulastin menjelaskan, penanganan karhutla di wilayahnya sejauh ini masih tergolong cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Kecepatan penanganan tersebut, menurutnya, tak terlepas dari koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Alhamdulillah, kalau di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Timur termasuk cukup baik penanganannya, responsnya lebih cepat, berkat sinergi semua pihak,” beber Sulastin.

Dia bilang, kejadian karhutla paling banyak tercatat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Kondisi tersebut cukup menjadi perhatian karena kedua wilayah tersebut justru tidak termasuk daerah dengan jumlah titik panas atau hotspot paling tinggi dibandingkan sejumlah kawasan lainnya.

Kata Sulastin, keberadaan kawasan pertambangan di sekitar lokasi kebakaran juga menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Kondisi medan dan akses menuju titik api dapat memengaruhi kecepatan petugas dalam melakukan penanganan.

Meski jumlah kejadian di Kutai Timur cukup banyak, dia menyebut situasinya masih relatif terkendali. Rata-rata kejadian karhutla di daerah tersebut berada pada kisaran satu hingga dua titik dalam sehari.

Angka itu, lanjut dia, masih lebih rendah dibandingkan beberapa kabupaten lain di Kalimantan Timur yang dalam kondisi tertentu dapat menghadapi hingga sekitar 10 titik kebakaran dalam satu hari.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, di Kutai Timur rata-rata satu sampai dua kejadian dalam sehari. Ada daerah lain yang bisa sampai 10 titik dalam sehari,” tutur Sulastin.

Kecepatan respons BPBD Kutai Timur, kata dia, juga didukung sistem komunikasi yang melibatkan berbagai unsur hingga tingkat wilayah paling bawah.

Informasi mengenai kebakaran tidak hanya disampaikan melalui jalur internal BPBD, tetapi langsung diteruskan melalui jaringan komunikasi lintas sektoral.

Jaringan tersebut melibatkan para camat, Komando Rayon Militer (Koramil), Kepolisian Sektor (Polsek), hingga unsur pemerintahan di tingkat desa. Dengan pola komunikasi tersebut, laporan mengenai kemunculan api dapat segera diketahui oleh petugas maupun unsur terkait di wilayah masing-masing.

“Begitu ada informasi kejadian, laporan bisa langsung tersampaikan kepada pihak-pihak yang ada di wilayah sehingga penanganannya dapat segera dilakukan,” jelas Sulastin.

Selain memperkuat komunikasi, BPBD Kutai Timur juga mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Saat ini seluruh kecamatan di Kutai Timur telah membuka posko penjagaan karhutla.

Posko tersebut tidak hanya menjadi pusat pemantauan, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mengawasi kondisi wilayah masing-masing.

Langkah ini dinilai penting karena titik kebakaran dapat muncul di lokasi yang cukup jauh dari pusat pemerintahan maupun jangkauan langsung BPBD.

Dia juga menegaskan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. BPBD memang menjadi unsur utama dalam komando penanganan bencana di tingkat kabupaten, tetapi upaya pencegahan dan respons awal akan lebih efektif apabila masyarakat dan unsur kewilayahan ikut bergerak.

“Jadi tidak hanya mengandalkan BPBD. Semua unsur di kecamatan dan masyarakat harus ikut menjaga wilayahnya masing-masing,” tegas Sulastin.

Dengan keberadaan posko di setiap kecamatan serta jaringan komunikasi yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, BPBD Kutai Timur berupaya mempertahankan respons cepat terhadap setiap laporan karhutla.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan risiko kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kutai Timur. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: