SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Ledakan disertai percikan api menimpa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Poros Muara Wahau-Bengalon, Desa Karya Bhakti, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur pada Rabu, 15 April 2026.
Insiden itu dipicu dari mesin pompa bahan bakar minyak (BBM) saat proses pengisian pertalite ke kendaraan roda empat.
Peristiwa berlangsung ketika nilai pengisian hampir mencapai Rp400 ribu. Petugas SPBU, Muhammad Yahya menjelaskan mesin dispenser mendadak mengeluarkan tiga kali ledakan yang diikuti percikan api.
Petugas yang berada di lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan mencabut nozzle dari kendaraan dan menjauhkan sumber api. Api kemudian dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum meluas.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto menyatakan personel kepolisian langsung menuju lokasi begitu laporan diterima untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal. Alhamdulillah, api dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Polisi juga melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak pengelola SPBU.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ledakan terjadi di area bak penampungan BBM, namun tak berkembang menjadi kebakaran besar. Meski begitu, kerusakan terjadi pada mesin dispenser pertalite dan pertamax yang kini belum dapat dioperasikan.
Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Pengelola SPBU menyebut teknisi dari Pertamina Balikpapan dijadwalkan datang dalam dua hingga tiga hari untuk melakukan perbaikan.
Akibat kerusakan itu, layanan penyaluran BBM jenis pertalite dan pertamax di SPBU tersebut untuk sementara terganggu.
AKBP Fauzan juga menilai respons cepat petugas SPBU berperan penting dalam mencegah dampak lebih luas.
“Kami mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan yang sigap menggunakan APAR, sehingga api tidak sempat membesar,” ucap Fauzan.
Dia mengingatkan seluruh pengelola SPBU untuk rutin memeriksa peralatan operasional guna meminimalkan risiko kejadian serupa.
“Kami mengingatkan agar standar keselamatan operasional benar-benar diperhatikan, termasuk pengecekan rutin mesin dispenser dan kesiapan alat pemadam kebakaran,” tutur Fauzan.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kejadian. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan maksimal,” beber Fauzan.
Dia memastikan kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat tetap tenang.
“Kami pastikan situasi dalam keadaan aman dan terkendali. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi prosedur keselamatan saat berada di area SPBU,” ujarnya. (ogy/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












