BALIKPAPAN, KASAKKUSUK.com – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim mempertegas komitmennya dalam mengawal demokrasi melalui pendekatan lebih humanis.
Hal ini ditegaskan Kapolda Kaltim, Irjen Pol. Endar Priantoro saat memimpin apel kesiapan personel Ditsamapta dan Satbrimob di Lapangan M. Yasin Stalkuda, Balikpapan, pada Selasa, 14 April 2026.
Apel kesiapan personel dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim dalam rangkaian pelaksanaan pengamanan dan pelayanan masyarakat pada aksi unjuk rasa rencananya digelar pada 21 April 2026 mendatang.
Dalam arahannya, Kapolda Endar Priantoro menekankan pentingnya implementasi paradigma baru Polri.
Dia menginstruksikan pergeseran pola pengamanan unjuk rasa (unras) dari pendekatan berbasis kekuasaan (power based) menjadi berbasis kepercayaan (trust based).
“Polri terus memperkuat implementasi paradigma baru guna mewujudkan institusi yang dicintai masyarakat, bukan ditakuti. Konsep kita adalah melayani massa unras,” ujar Kapolda di hadapan ratusan personel.
Dia menegaskan bahwa setiap tindakan di lapangan harus berlandaskan pada penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).
Upaya preemtif dan preventif, termasuk optimalisasi peran negosiator, wajib menjadi prioritas utama.
Adapun tindakan tegas dan terukur hanya diambil sebagai jalan terakhir apabila terjadi kerusuhan atau pelanggaran hukum yang nyata.
Menghadapi dinamika lapangan yang sering kali memanas, Kapolda mengingatkan personelnya untuk tetap berkepala dingin dan tidak mudah terpancing provokasi.
“Biarkan mereka melakukan hal-hal seperti itu sepanjang tidak membahayakan dan melukai rekan-rekan. Tahan emosi dan tunjukkan kedewasaan kita. Biarkan masyarakat yang menilai siapa sesungguhnya yang dapat dijadikan contoh,” tegas Kapolda Endar Priantoro.
Selain pengamanan fisik, Polri juga memposisikan diri sebagai fasilitator dengan membuka ruang mediasi antara perwakilan massa aksi dan pihak yang menjadi sasaran tuntutan.
Pada sisi lain, Kapolda memastikan kelancaran aktivitas publik dengan menginstruksikan pengalihan arus lalu lintas yang efektif selama aksi berlangsung.
Di akhir amanatnya, dia mengingatkan bahwa peran Polda Kaltim kini jauh lebih strategis seiring dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, stabilitas di Kaltim adalah cerminan stabilitas nasional. “Situasi keamanan di wilayah ini akan menjadi indikator keberhasilan negara dalam menjaga stabilitas. Menjaga Kaltim berarti menjaga keberlangsungan agenda pembangunan nasional,” tutur Kapolda. (*/mn/ute)
![]()












