Nusantara

Aksi Bersih Pantai Tanah Merah, Jaga Ekosistem Pesisir Penyangga Kawasan IKN

SAMBOJA, KASAKKUSUK.com – Puluhan pelajar bersama komunitas dan mitra lingkungan menggelar aksi bersih-bersih serta restorasi ekosistem di Kawasan Pantai Tanah Merah, Samboja.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian wilayah pesisir yang menjadi salah satu penyangga ekologis kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Aksi yang berlangsung di kawasan pantai tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para peserta untuk memahami kondisi lingkungan pesisir dan tantangan yang dihadapinya.

Di tengah percepatan pembangunan IKN, keberadaan ekosistem pesisir dinilai memiliki peran strategis sebagai pelindung alami kawasan pantai sekaligus penyerap karbon yang mendukung keseimbangan lingkungan di sekitarnya.

Melalui kegiatan berbasis edukasi lapangan, para pelajar diajak mengamati berbagai tanda kerusakan lingkungan secara langsung.

Mereka mempelajari dampak pencemaran sampah plastik, kondisi vegetasi pesisir, hingga ancaman abrasi yang dapat mengurangi daya dukung kawasan pantai.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), Myrna Asnawati Syafitri menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kawasan IKN yang mengusung konsep ramah lingkungan.

“IKN dibangun dengan konsep yang selaras dengan alam. Namun, transformasi ini tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat lokal, terutama para pelajar yang akan menjadi pewaris kawasan ini,” kaya Myrna.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dibagi ke dalam tiga fokus utama. Pertama, edukasi mengenai polusi plastik melalui identifikasi dan pembersihan sampah yang mencemari garis pantai.

Kedua, pengenalan vegetasi pesisir seperti mangrove dan cemara laut yang berfungsi menahan abrasi. Ketiga, penguatan komitmen jangka panjang melalui pembentukan jejaring “Mitra Jaga Pantai”.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan yang melibatkan pelajar dan masyarakat dalam upaya menjaga kawasan pesisir secara mandiri.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga pantai bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan terdekat,” ucap Myrna menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Melalui aksi ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ekosistem pesisir, tapi juga didorong menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: