Sukamaju Dorong Desa Mandiri Lewat Ekonomi dan Wisata

KONGBENG, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur hingga kini terus memperkuat sektor ekonomi masyarakat sebagai langkah menuju desa mandiri dengan sumber pendapatan berkelanjutan.

Pengembangan ekonomi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai potensi lokal, mulai dari pariwisata, UMKM, pertanian, peternakan hingga perikanan. Pemerintah desa juga mulai menyiapkan alternatif usaha untuk mengantisipasi penurunan produktivitas perkebunan sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga.

Kepala Desa Sukamaju, Muhammad Usman mengungkapkan, arah pembangunan desa tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tapi juga bagaimana potensi ekonomi masyarakat dapat dikembangkan secara terpadu.

“Visi-misi kita menjadikan Desa Sukamaju sebagai desa mandiri yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui destinasi desa wisata,” kata Usman kepada KASAKKUSUK.com di Sangatta pada Kamis, 10 September 2026.

Salah satu upaya dilakukan adalah mengembangkan Embung Wisata Banyulangi sebagai kawasan yang memiliki fungsi rekreasi sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Kawasan tersebut diarahkan agar dapat menjadi tempat bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka. Kehadiran wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung diharapkan ikut meningkatkan perputaran ekonomi di sekitar kawasan.

“Bagi pemerintah desa, konsep wisata yang dikembangkan tidak sekadar membangun destinasi. Keberadaan kawasan wisata diharapkan dapat menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan masyarakat secara langsung,” tutur Usman.

Pada sisi lain, sektor perkebunan, pertanian dan peternakan masih menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat Sukamaju. Namun, pemerintah desa melihat perlunya langkah antisipasi karena produktivitas perkebunan sawit masyarakat mulai mengalami penurunan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah sektor alternatif.

“Budidaya ikan air tawar dan tanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik mulai dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperbanyak pilihan sumber pendapatan warga,” kata Usman.

Selain itu, lanjut dia, pelatihan UMKM juga terus dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

“Program pemberdayaan diarahkan agar warga mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” jelas Usman.

Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi. Dengan semakin banyak pilihan usaha, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghasilan alternatif ketika produktivitas komoditas utama mengalami penurunan.

Pengembangan ekonomi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli desa (PADes).

“Pemerintah Desa Sukamaju berupaya mengelola berbagai potensi yang tersedia agar dapat memberikan manfaat tak hanya bagi masyarakat, tapi juga bagi pendapatan desa,” paparnya.

Meski demikian, pembangunan desa tidak hanya mengandalkan kemampuan pemerintah desa. Dukungan pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat tetap dibutuhkan, khususnya untuk pembangunan infrastruktur yang berada di luar kewenangan desa.

Infrastruktur yang memadai dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses terhadap potensi wisata dan produk ekonomi lokal. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi diupayakan berjalan secara beriringan.

Karena itu, pihaknya menargetkan pengembangan pariwisata, UMKM, pertanian, peternakan, perikanan serta peningkatan PADes dapat menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian desa.

Melalui pendekatan tersebut, lanjut dia, Desa Sukamaju tak hanya memiliki destinasi wisata, tapi juga mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha dan sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: