Desa Sukamaju Kembangkan Perikanan dan Hidroponik Hadapi Ancaman Replanting Sawit
KONGBENG, KASAKKUSUK.com – Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng, Muhammad Usman mengemukakan, pihaknya saat ini mulai menyiapkan sejumlah sektor ekonomi alternatif untuk menghadapi penurunan produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM hingga wisata desa.
Diversifikasi usaha dinilai penting agar perekonomian warga tidak terlalu bergantung pada satu komoditas dan tetap memiliki sumber pendapatan ketika produksi sawit terus menurun.
“Sektor perkebunan, pertanian dan peternakan masih menjadi bagian penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Namun, kondisi tanaman kelapa sawit milik sebagian warga mulai menjadi perhatian karena telah memasuki usia produktif yang menurun,” beber Usman kepada KASAKKUSUK.com di Kantor Pemkab Kutai Timur, Sangatta pada Kamis, 10 September 2026.
Dia mengungkapkan, sebagian tanaman sawit masyarakat kini telah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi jumlah produksi dan pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan warga yang selama ini mengandalkan sektor perkebunan.
“Ini kita jadikan ancaman ke depan. Makanya kita sudah mulai membuat bagaimana upaya usaha masyarakat ke depan berkaitan dengan pasca-replanting,” ucap Usman.
Menurut dia, persiapan menghadapi masa pasca-replanting perlu dilakukan sejak dini. Masyarakat tidak hanya perlu memikirkan keberlanjutan perkebunan, tetapi juga harus memiliki pilihan usaha lain yang dapat menjadi sumber penghasilan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, pihaknya mulai mendorong berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di desanya. Salah satunya, melalui pelatihan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar warga memiliki keterampilan dalam mengembangkan usaha.
Selain UMKM, kata dia, masyarakat juga didorong mengembangkan budidaya ikan air tawar dan tanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Sektor tersebut dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.
Pengembangan berbagai usaha itu tak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi. Sebab Pemerintah Desa juga berupaya membuka akses pemasaran agar produk masyarakat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
“Salah satu lokasi yang dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi warga adalah Embung Wisata Banyulangi,” katanya.
Kawasan tersebut, menurutnya, tak hanya dikembangkan sebagai tempat rekreasi, tapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Dia menyebutkan, berbagai produk dapat dijual di kawasan tersebut, mulai dari makanan, minuman dan camilan hingga hasil pertanian serta kerajinan masyarakat.
Keberadaan kawasan wisata juga diharapkan mampu mempertemukan aktivitas pariwisata dengan kegiatan ekonomi warga. Semakin banyak masyarakat yang berkunjung, semakin besar pula peluang pelaku usaha lokal mendapatkan konsumen.
Pemerintah desa juga mulai mendorong pemanfaatan platform digital untuk pemasaran. Cara tersebut dinilai dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen di luar wilayah Sukamaju dan tidak hanya bergantung pada transaksi langsung di kawasan wisata.
Pengembangan sejumlah sektor ekonomi tersebut menjadi bagian dari strategi Desa Sukamaju membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
“Perkebunan tetap dipertahankan sebagai salah satu sektor utama, sementara pertanian, peternakan, perikanan, UMKM dan pariwisata dikembangkan sebagai penopang tambahan,” ungkap Usman.
Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Langkah ini juga menjadi persiapan menghadapi perubahan produktivitas sawit, khususnya ketika tanaman yang sudah tua memasuki tahap peremajaan atau replanting.
Dikemukakan pula, pembangunan ekonomi perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, penguatan pemasaran serta pemanfaatan potensi wisata menjadi bagian saling mendukung.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas.
“Dengan menyiapkan alternatif ekonomi sejak sekarang, Desa Sukamaju ditargetkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi penurunan produktivitas perkebunan sekaligus mempercepat terwujudnya desa yang mandiri secara ekonomi,” tutur Usman. (adv)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply