DaerahEkonomiRagam

Samarinda Genjot Kampung Tenun Menuju Desa Wisata Maju

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota Samarinda resmi mendorong Kampung Tenun di Samarinda Seberang naik status menjadi desa wisata maju melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif pada Selasa, 31 Maret 2026.

Penandatanganan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kaltim, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Momentum ini juga dirangkai dengan peluncuran program pengembangan pariwisata dan business matching pembiayaan untuk pelaku UMKM melalui Program Bumi Etam seri ke-11.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi konkret memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya.

“Kita harus memperkuat branding Samarinda sebagai kota yang menarik untuk dikunjungi. Semua potensi harus diangkat dan dikembangkan,” kata Marnabas.

Program pengembangan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pengembangan Desa Wisata.

Sasaran utamanya adalah meningkatkan status Kampung Tenun dari desa berkembang menjadi desa wisata maju yang kompetitif.

Sejumlah fokus kerja sama telah disiapkan, meliputi penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta digitalisasi promosi.

Pada sisi lain, pelaku UMKM juga didorong untuk meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Marnabas menilai peluang pengembangan pariwisata Samarinda semakin terbuka, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah penyangga.

Dia menyebut sejumlah kawasan seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan Kampung Tenun memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan jika dikelola secara terintegrasi.

“Kita ingin PAD Samarinda terus meningkat. Pariwisata harus menjadi salah satu kekuatan utama,” tegas Marnabas.

Selain itu, penguatan konektivitas antar destinasi juga menjadi perhatian, termasuk pengembangan wisata susur Sungai Mahakam yang dipadukan dengan wisata budaya dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkot Samarinda menargetkan pengembangan pariwisata tidak hanya meningkatkan daya tarik daerah, tapi juga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (sam/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: