SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengajak masyarakat untuk semakin mencintai, bangga, dan memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Ajakan itu disampaikan Seno Aji sebagai dukungan terhadap kampanye Bank Indonesia dalam menjaga kualitas serta keaslian mata uang rupiah.
Seruan tersebut disampaikan saat pembukaan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, beberapa hari lalu.
“Merawat rupiah adalah bagian dari cinta, bangga, dan paham rupiah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Bank Indonesia, tetapi juga seluruh masyarakat,” ajak Seno Aji.
Dia bilang, menjaga rupiah bukan sekadar mempertahankan kondisi fisik uang, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap simbol negara. Karena itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip 5J dalam memperlakukan uang rupiah.
Prinsip 5J tersebut, meliputi tidak melipat uang karena berisiko merusak serat dan membuatnya mudah sobek; tidak mencoret karena mengganggu identifikasi keaslian dan merusak desain; tidak menstapler agar fisik uang tidak berlubang; tidak meremas supaya uang tidak kusut; serta tidak membasahi karena cairan dapat membuat warna luntur dan mempercepat kerusakan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan memahami metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, untuk mengenali ciri keaslian rupiah sekaligus mencegah peredaran uang palsu.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan menjelaskan bahwa kebutuhan uang kartal menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan meningkat signifikan.
BI Kaltim memproyeksikan kebutuhan uang tunai mencapai Rp2,18 triliun, atau naik sekitar 19,13 persen secara tahunan dibanding realisasi SERAMBI 2025.
“Layanan penukaran uang akan dilakukan bersama seluruh perbankan di tujuh kabupaten dan kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Kaltim,” ucap Jajang.
Dia menyebutkan, tiga wilayah kerja lainnya akan dilayani Kantor BI Balikpapan dan dapat diakses melalui situs Pintar mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026.
Selain itu, kata dia, BI Kaltim juga membuka layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, menyediakan layanan antarperbankan, serta menggandeng 35 kantor bank di Samarinda untuk melayani masyarakat.
Program SERAMBI 2026 diharapkan mampu memastikan ketersediaan uang layak edar selama periode Ramadan dan Idulfitri, sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap pentingnya menjaga kualitas dan keaslian rupiah. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












