SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud meminta PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) menjaga kesinambungan operasional menjelang berakhirnya masa jabatan Direktur Bisnis dan Direktur Syariah periode 2022–2026.
Permintaan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Harum saat menerima audiensi Dewan Komisaris Bankaltimtara di Ruang Rapat Gubernur Kaltim di Samarinda pada Kamis, 18 Juni 2026.
Pada pertemuan itu, Rudy meminta Dewan Komisaris segera menyiapkan proses seleksi dan rekrutmen untuk mengisi dua jabatan strategis yang akan segera berakhir masa tugasnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar roda organisasi tetap berjalan tanpa hambatan dan mampu menghasilkan calon direksi yang memiliki kapasitas memajukan bank daerah.
“Karena waktunya tidak lama lagi, mungkin pada saat jabatan habis atau sebelum habis bisa dilaksanakan pelaksana tugas (Plt). Dan itu nantinya menyesuaikan situasi dan kondisinya,” ucap politikus Partai Golkar ini.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Komisaris Utama, Eny Rochaida; Komisaris Independen, Bela Barus; Direktur Utama Bankaltimtara, Romy Wijayanto; dan Anggota Sekretariat Dewan Komisaris yang juga Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, Iwan Darmawan.
Selain membahas suksesi direksi, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan internal melalui monitoring dan evaluasi (monev) serta analisis dan evaluasi (aneva) secara berkala di seluruh lini organisasi Bankaltimtara.
Menurutnya, evaluasi rutin menjadi instrumen penting untuk menjaga kualitas tata kelola perusahaan sekaligus mendeteksi potensi persoalan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Paling ideal tiga bulan sekali kita melaksanakan monev dan aneva agar tidak tertinggal jauh ataupun kebablasan terkait hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Rudy Mas’ud menambahkan, langkah evaluasi tidak harus menunggu berakhirnya masa jabatan seseorang. Jika terdapat indikator kinerja yang dinilai belum memenuhi target, tindakan perbaikan dapat dilakukan lebih awal sebagai bentuk mitigasi risiko.
“Jika memang dianggap tidak perform, bisa dilakukan tindakan-tindakan preventif. Karena itu perlu dilakukan monev untuk mitigasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tutur Rudy.
Pada kesempatan itu, Gubernur Rudy juga mendorong Bankaltimtara memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema bunga yang terjangkau.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki kontribusi besar dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang berfungsi sebagai motor penggerak utama,” kata Harum.
Dia menilai penguatan sektor UMKM akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di daerah.
Dia berharap Bankaltimtara terus memperkuat peran sebagai bank pembangunan daerah yang sehat, profesional, dan adaptif, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM di Provinsi Kaltim dan Kaltara. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












