DaerahRagamTNI/POLRI

Pria ODGJ Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Sakurau Long Ikis

PASER, KASAKKUSUK.com –Seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diketahui berinisial F ditemukan meninggal dunia di bawah kolong Jembatan Sungai Sakurau, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada Jumat siang, 13 Maret 2026.

Korban menghembuskan napas terakhir di lokasi yang selama ini menjadi tempat dia berteduh sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Informasi mengenai kondisi korban pertama kali disampaikan Ketua RT 04 Kelurahan Long Ikis, Karwoto, sekitar pukul 10.00 WITA.

Dia mengirimkan pesan kepada sejumlah relawan setempat setelah melihat korban F dalam kondisi sakit parah di bawah jembatan.

Mendapat kabar tersebut, Pegiat Sosial di Long Ikis, Jamrun bersama beberapa relawan menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

Rencana awalnya, korban F akan dibawa ke Puskesmas Long Ikis agar memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Saat tim relawan tiba sekitar pukul 10.50 WITA, Firman sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Harapannya korban bisa segera mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” ungkap Jamrun.

Peristiwa ini memicu keprihatinan sejumlah relawan yang selama ini kerap menangani kasus ODGJ di wilayah Long Ikis.

Jamrun menilai penanganan terhadap ODGJ di daerah tersebut masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Dia mencontohkan pengalaman sebelumnya ketika mengamankan seorang perempuan dengan gangguan jiwa di wilayah Long Ikis.

Meski sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, penjemputan dari instansi terkait baru dilakukan hingga menjelang malam.

Menurut Jamrun, kondisi tersebut menunjukkan perlunya sistem penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi.

Keluhan serupa juga muncul di media sosial. Seorang pengguna Facebook bernama Kukuh menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan ODGJ yang masih berkeliaran tanpa penanganan kesehatan yang memadai.

Meski hidup tanpa identitas resmi yang jelas, warga sekitar mengetahui bahwa korban F beragama Katolik.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, relawan bersama petugas Puskesmas Long Ikis, anggota Polsek Long Ikis, serta perangkat kelurahan dan kecamatan bergotong royong mengurus pemulasaraan jenazah.

Proses pemulasaraan dilakukan secara Katolik di Puskesmas Long Ikis sebelum jenazah diberangkatkan menuju pemakaman pada hari yang sama. Korban F dimakamkan di Pemakaman Katolik Desa Kayungo Sari, Kecamatan Long Ikis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi berbagai pihak tentang pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan di masyarakat, khususnya ODGJ yang hidup tanpa pendampingan dan akses layanan kesehatan yang memadai. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: