Gubernur Segera Surati Menteri PU, Minta Jalan Utara Kaltim Diperbaiki
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud segera menyurati Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta penanganan sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan, longsor, hingga berpotensi longsor di wilayah utara Kaltim.
Langkah tersebut diambil setelah Rudy Mas’ud meninjau langsung kondisi jalan dari Samarinda, Bontang hingga Kutai Timur, termasuk kawasan Gunung Menangis, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dari hasil peninjauan selama kunjungan kerja hari ketiga di wilayah utara, Rudy menemukan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan segera.
Beberapa lokasi mengalami longsor, sementara titik lainnya menunjukkan retakan pada badan jalan yang berpotensi memicu longsor.
“Kita sudah lakukan peninjauan jalan provinsi, kabupaten dan jalan nasional di wilayah utara. Dari Samarinda sampai Kaliorang di Kutai Timur. Kami sudah mendata semua titik dan lokasi yang memerlukan penanganan segera,” kata Rudy Mas’ud di Terminal Lempake, Samarinda pada Selasa, 3 November 2026.
Setibanya di Samarinda setelah menyelesaikan kunjungan ke wilayah utara, Rudy juga melanjutkan agenda dengan meninjau kondisi Terminal Lempake.
Menurut Rudy, laporan tertulis kepada Menteri PU perlu segera disampaikan agar pemerintah pusat dapat mengambil langkah konkret terhadap kerusakan infrastruktur jalan nasional di Kaltim.
Dia menilai, kondisi sejumlah ruas jalan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, beberapa titik sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.
Penanganan dinilai mendesak, khususnya jalur Bontang–Sangatta-Simpang Perdau-Kaliorang. Ruas tersebut merupakan akses strategis yang menopang pergerakan barang, jasa, dan penumpang di kawasan utara Kaltim.
Jika jalur utama itu terputus akibat longsor atau kerusakan jalan, distribusi logistik antardaerah juga berpotensi terganggu.
“Surat itu nanti langsung kita tujukan ke Menteri PU dengan tembusan Dirjen Bina Marga. Saya juga akan berkomunikasi dengan Pak Dirjen dan Pak Menteri agar Kaltim lebih diperhatikan,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Selain menyiapkan laporan kepada pemerintah pusat, dia meminta Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Irhamsyah meningkatkan koordinasi dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Koordinasi tersebut diperlukan untuk menyinkronkan data mengenai ruas jalan yang rusak, mengalami longsor, maupun memiliki potensi longsor sehingga langkah penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi lapangan.
Dia juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi sejak dini. Sebab, sejumlah titik longsor justru sudah ditemukan saat kondisi masih memasuki musim kemarau.
“Kemarau ini saja sudah banyak titik longsor, apalagi kalau sebentar lagi musim penghujan. Ini perlu kita mitigasi dan antisipasi,” ungkap Rudy.
Di sisi lain, pihaknya juga berharap agar rencana pembangunan Jembatan Lembak di Bengalon dapat berjalan sesuai jadwal. Dia meminta agar anggaran pembangunan tersebut tidak dipangkas, terlebih sampai mengalami pemblokiran.
Kata dia, keberadaan Jembatan Lembak sangat strategis karena menjadi bagian dari akses penghubung Sangatta dengan Kaliorang, Kaubun, Sangkulirang hingga Talisayan di Kabupaten Berau.
Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai memiliki arti penting bagi kelancaran konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan utara Kaltim.
Dengan kondisi geografis dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap jalur darat, Rudy menegaskan bahwa perbaikan jalan dan pembangunan jembatan harus menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply