DLH Kutai Timur Naikkan Upah Petugas Kebersihan, Lebih 180 THL Dikelola UPT

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Di balik jalan yang terlihat bersih dan sampah yang terangkut setiap hari, ada tenaga yang bekerja sejak pagi untuk memastikan lingkungan tetap tertata.

Mereka adalah petugas kebersihan yang berhadapan langsung dengan sampah dan kondisi lapangan setiap harinya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur mencatat lebih dari 180 tenaga harian lepas (THL) berada di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendukung pelayanan kebersihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kutai Timur, Jurianto menyebutkan, terdapat peningkatan upah bagi sejumlah petugas kebersihan dibandingkan kondisi sekitar 2023.

Petugas penyapu jalan yang sebelumnya menerima sekitar Rp85 ribu per hari, kini mendapatkan sekitar Rp120 ribu per hari. Sementara tenaga pengangkutan sampah yang sebelumnya memperoleh sekitar Rp95 ribu per hari, meningkat menjadi sekitar Rp150 ribu per hari.

“Kenaikan upah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pekerja yang setiap hari berada di lapangan dan menjadi bagian penting dalam pelayanan kebersihan masyarakat,” ucap Jurianto kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Selasa, 22 September 2026.

Dia bilang, peningkatan upah tersebut tidak hanya berkaitan dengan besaran pendapatan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kebersihan.

Pekerjaan petugas kebersihan sering kali berlangsung ketika sebagian masyarakat belum memulai aktivitas. Penyapu jalan membersihkan area pelayanan, sementara petugas pengangkutan memastikan sampah dari berbagai titik dapat dibawa menuju lokasi pengelolaan.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rantai pengelolaan sampah yang tidak terlihat setiap saat oleh masyarakat. Ketika sampah sudah terangkut dan jalan kembali bersih, pekerjaan para petugas seolah tidak tampak.

Namun, pelayanan tersebut membutuhkan tenaga yang cukup besar. Karena itu, pengelolaan lebih dari 180 THL menjadi salah satu bagian penting dalam sistem kebersihan yang dijalankan DLH Kutai Timur melalui UPT.

Selain peningkatan upah, perhatian juga diberikan terhadap perlindungan pekerja.

Karena itu, pihak DLH berupaya memfasilitasi kepesertaan tenaga kebersihan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan jaminan bagi pekerja yang menjalankan tugas di lapangan.

Menurut Jurianto, pembiayaan iuran bagi tenaga yang bekerja untuk pemerintah daerah membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah.

“Dari pemerintah daerah tetap wajib menyisihkan untuk membayar iuran mereka,” kata Jurianto.

Dikemukakan pula, peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan juga berjalan bersamaan dengan tantangan pembiayaan. Pengelolaan kebersihan membutuhkan anggaran yang cukup besar karena mencakup tenaga kerja, pelayanan lapangan dan kebutuhan operasional lainnya.

Jurianto mengakui kebutuhan anggaran untuk pengelolaan kebersihan memang cukup besar. Biaya tenaga kerja menjadi salah satu komponen yang harus diperhitungkan secara serius dalam penyusunan dan pelaksanaan program. Karena itu, pengelolaan tenaga kebersihan tidak bisa disamaratakan untuk seluruh wilayah.

Jumlah tenaga dan pola pelayanan, kata dia, disesuaikan dengan kondisi wilayah, luas area yang harus dilayani serta kebutuhan di lapangan. Pendekatan tersebut diperlukan agar tenaga yang tersedia dapat ditempatkan sesuai kebutuhan pelayanan.

Bagi petugas kebersihan, peningkatan upah menjadi salah satu bentuk perhatian atas pekerjaan yang mereka jalankan setiap hari. Sementara bagi pemerintah daerah, kesejahteraan tenaga lapangan harus berjalan beriringan dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan pelayanan.

Di tengah upaya meningkatkan kebersihan lingkungan Kutai Timur, lebih dari 180 THL yang dikelola UPT menjadi bagian dari roda pelayanan tersebut.

Mereka bekerja di balik jalan yang bersih, sampah yang terangkut, dan lingkungan yang lebih tertata.

“Pekerjaan ini mungkin sederhana dalam pandangan sebagian orang, tapi keberlangsungannya menjadi salah satu bagian penting dari pelayanan kebersihan daerah,” ucap Jurianto. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: