Pelajar Muara Bengkal Tenggelam, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Seorang pelajar, Abdul Efal, tenggelam di Sungai Batu Balai, RT 01, Desa Batu Balai, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur pada Jumat, 11 September 2026. Korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Saat kejadian, korban bersama seorang rekannya berada di sekitar aliran Sungai Batu Balai.

Kapolres Kutai Timur melalui Kapolsek Muara Bengkal, IPTU Agus Fahrur Rozi mengatakan, pihaknya menerima laporan warga mengenai dua orang yang diduga tenggelam di sungai tersebut.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti personel Polsek Muara Bengkal dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi, Hendri Joni dan Muhammad Ririn, keduanya sedang bekerja di pinggir sungai ketika mendengar teriakan. Mereka kemudian mendatangi sumber suara dan melihat dua laki-laki berada di dalam sungai dalam kondisi tenggelam.

Kedua saksi berupaya memberikan pertolongan. Namun, kondisi sungai dan keterbatasan kemampuan berenang membuat keduanya hanya berhasil menyelamatkan satu orang.

Sementara Abdul Efal tak berhasil ditolong dan tenggelam di aliran Sungai Batu Balai.

“Personel langsung melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan unsur SAR, Basarnas, BPBD, relawan dan masyarakat untuk melakukan pencarian terhadap korban,” beber Agus.

Upaya pencarian kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan kepolisian, tim SAR, BPBD, relawan dan masyarakat sekitar.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan pada pukul 19.30 WITA dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian pada pukul 19.30 WITA dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Agus.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat, terutama warga yang melakukan aktivitas di sekitar sungai, meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan.

Dia bilang, aktivitas di aliran sungai memiliki risiko yang harus diperhitungkan, terutama ketika kondisi lingkungan maupun kemampuan seseorang tidak memungkinkan untuk melakukan pertolongan secara langsung.

“Keselamatan harus menjadi perhatian utama, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi keadaan darurat,” paparnya. (ogy)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: