Pemprov Kaltim Gunakan Radar AIS Awasi Kapal di Perairan Berau 

BERAU, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Provinsi Kaltim segera memanfaatkan teknologi Radio Detection and Ranging (radar) yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS) untuk memperkuat pengawasan lalu lintas kapal di wilayah perairan Kaltim.

Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan laut sekaligus mendukung pengelolaan potensi kelautan dan perikanan.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengemukakan, bantuan radar tersebut akan menjadi perangkat penting dalam memantau aktivitas kapal yang keluar masuk perairan Kaltim, termasuk di wilayah Kabupaten Berau.

“Pemprov Kaltim mendapat bantuan berupa radar. Ini penting untuk mengontrol kapal-kapal yang masuk ke perairan laut kita, seperti di Berau ini,” ucap Rudy Mas’ud di VIP Room Bandara Internasional Kalimarau, Tanjung Redeb pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dia mengatakan, selama ini pemerintah daerah masih menghadapi kendala dalam mengawasi kapal yang melintasi perairan Kaltim.

Salah satunya, kata Rudy, karena masih terdapat kapal yang tidak melaporkan Surat Izin Berlayar (SIB) kepada otoritas berwenang, sehingga informasi mengenai tujuan pelayaran maupun waktu kedatangan kapal sulit dipantau.

Dengan penerapan radar yang terhubung dengan AIS, lanjut dia,  pemerintah dapat memantau berbagai informasi penting secara waktu nyata, mulai dari identitas kapal, posisi, kecepatan, hingga arah pelayaran.

“Jadi, nanti kita mudah mengetahui kapal-kapal apa saja yang masuk, di mana berada, dan berapa kecepatannya. Semua akan terkontrol,” tutur politikus Partai Golkar ini.

Dia berharap sistem tersebut mampu memperkuat pengamanan wilayah laut Kaltim sekaligus melindungi sumberdaya kelautan yang dimiliki daerah.

Kabupaten Berau menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan karena memiliki kawasan pesisir dan laut yang luas, potensi perikanan, destinasi wisata bahari, serta pulau-pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional.

Selain meningkatkan aspek keamanan, pemanfaatan radar dan AIS juga diharapkan mendukung pengembangan sektor kelautan, perikanan, serta pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan Kaltim.

Rudy mengungkapkan perangkat radar tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah berkoordinasi dengan Bea Cukai agar proses pengeluaran peralatan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Peralatan ini hibah dari KKP dan saya sudah minta bantuan Bea Cukai untuk segera mengeluarkannya,” ujarnya. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: