Sekda Kaltim Perkuat Strategi Pendidikan Vokasi Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com Pemerintah Provinsi Kaltim mulai mematangkan penyusunan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) melalui Focus Group Discussion (FGD) II yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Hotel Mercure Samarinda pada Kamis, 23 Juli 2026.

Forum tersebut difokuskan untuk menyelaraskan pengembangan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi unggulan daerah.

FGD kali ini diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kaltim merupakan kelanjutan dari FGD I.

Tahap sebelumnya membahas identifikasi kebutuhan pasar kerja, potensi daerah, serta analisis kesenjangan keterampilan atau skills gap analysis sebagai dasar penyusunan strategi vokasi.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menekankan bahwa penyusunan strategi daerah PVPV membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lembaga pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan mampu mengikuti perkembangan industri dan menjawab kebutuhan tenaga kerja.

“Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan riil dunia kerja. Karena itu, strategi yang disusun harus berbasis data, kebutuhan industri, serta potensi ekonomi daerah agar menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing,” ucap Sri Wahyuni.

Kata dia, strategi daerah PVPV menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia di Kaltim diharapkan semakin kompetitif dalam menghadapi perkembangan dunia industri.

Dia juga berharap pembahasan dalam FGD II menghasilkan arah kebijakan, program prioritas, dan rencana aksi yang dapat dijadikan pedoman dalam meningkatkan kualitas SDM.

Selain memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan dunia kerja, strategi tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kami berharap forum ini melahirkan kebijakan dan rencana aksi yang benar-benar mampu memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Sri Wahyuni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Muchamad Awaludin mengatakan, FGD II dilaksanakan secara luring dan daring agar seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan dalam penyusunan strategi daerah PVPV.

Dia menyebut forum tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi mengenai kebutuhan tenaga kerja, penyelenggaraan pendidikan vokasi, hingga penyusunan program prioritas pengembangan sumber daya manusia di Kaltim.

“Kegiatan ini juga untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, sekaligus merumuskan program prioritas dan rencana aksi pengembangan SDM di Kaltim,” tutur Awaludin. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: