SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Seorang mahasiswa dilaporkan tidak sadarkan diri saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim pada Selasa, 21 April 2026.
Mahasiswa bernama Maulana, kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut pingsan setelah diduga mengalami benturan keras di bagian kepala di tengah kericuhan massa.
Maulana ambruk saat situasi di lokasi memanas, tepatnya ketika massa aksi terlibat dorong-dorongan dengan aparat keamanan di pintu masuk gedung legislatif.
Menurut informasi di lapangan, Maulana diduga terkena tendangan di kepala dari seseorang yang mengenakan sepatu safety.
Insiden itu terjadi ketika konsentrasi massa meningkat dan sebagian peserta aksi berusaha merangsek masuk ke area DPRD Kaltim.
Tim medis yang telah disiagakan sejak awal aksi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Petugas dari Dokkes Polda Kaltim bersama tim kesehatan Polresta Samarinda menerobos kerumunan untuk mengevakuasi dan menangani korban di lokasi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menyatakan kesiapan tim medis merupakan bagian dari prosedur tetap pengamanan aksi.
“Kami sejak awal telah menyiapkan tim Dokkes Polda Kaltim dan Polresta Samarinda sebagai bentuk kesiapsiagaan. Saat ada mahasiswa yang tidak sadarkan diri, tim langsung bergerak cepat memberikan penanganan di lokasi,” ucap Hendri.
Dia mengakui situasi sempat memanas di titik akses utama gedung DPRD. Meski demikian, pihaknya menekankan bahwa keselamatan peserta aksi tetap menjadi prioritas.
“Memang terjadi peningkatan tensi di lapangan, namun ketika ada peserta aksi yang pingsan, fokus utama kami adalah evakuasi dan penanganan medis secara cepat. Keselamatan masyarakat, termasuk peserta aksi, menjadi prioritas kami,” tegas Hendri.
Berkat penanganan cepat di lapangan, kondisi Maulana dilaporkan berangsur membaik. Aparat memastikan tim medis tetap disiagakan hingga seluruh rangkaian aksi selesai.
Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro melalui Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto menegaskan seluruh personel diinstruksikan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
“Polda Kaltim berkomitmen memastikan setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman. Pendekatan humanis menjadi prioritas, termasuk kesiapan tim medis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya. (mn/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












