Proyek Pile Slab Samboja-Semoi Terapkan Sistem Buka Tutup

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Proyek pembangunan pile slab di ruas jalan Samboja–Semoi Dua, tepatnya di Km 9+500, akan memasuki tahap konstruksi lanjutan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menetapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup atau satu arah bergantian yang dijadwalkan mulai pekan ketiga April 2026.

Kebijakan ini diambil untuk mendukung pekerjaan struktur pada sisi kiri jalan dari arah Samboja, sehingga arus kendaraan sementara dialihkan menggunakan setengah bagian struktur di sisi kanan.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BBPJN Kaltim, Taufiq Ramadhan menyebut pengaturan tersebut menjadi langkah teknis yang tidak bisa dihindari selama proses konstruksi berlangsung.

“Sistem ini diterapkan karena pekerjaan pada sisi kiri arah Samboja mulai dikerjakan,” ujar Taufiq pada Kamis, 9 April 2026.

Dalam skema ini, kendaraan akan melintas secara bergantian dengan pengawasan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran arus.

BBPJN Kaltim juga menetapkan sejumlah pembatasan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan ketahanan struktur yang belum sepenuhnya rampung. Kendaraan besar dibatasi maksimal berbobot 30 ton dengan lebar tidak lebih dari 3,5 meter.

Selain itu, pengendara diwajibkan melaju minimal 30 km per jam, sementara kecepatan maksimum di atas struktur pile slab ditetapkan 40 km per jam.

Taufiq menegaskan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut disarankan menggunakan jalur alternatif.

“Kendaraan dengan dimensi dan beban berlebih kami arahkan lewat penyeberangan Kariangau di Balikpapan,” kata Taufiq.

Pembatasan diberlakukan karena kondisi struktur saat ini belum sepenuhnya siap menanggung beban maksimal.

Lebar pile slab yang tersedia baru sekitar 4,5 meter dari total rencana 11 meter. Selain itu, pemasangan tiang pondasi baru mencapai dua titik dari empat titik yang direncanakan pada setiap pile head.

Situasi ini membuat struktur belum berfungsi optimal untuk menahan beban lalu lintas secara penuh.

Sebelumnya, ruas jalan tersebut sempat difungsikan dua arah secara terbatas selama periode arus mudik dan balik Lebaran, yakni pada 13 hingga 29 Maret 2026.

Saat itu, hanya kendaraan ringan yang diizinkan melintas di atas struktur, sedangkan kendaraan berat dialihkan ke jalur detour di sisi kiri.

“Kami sempat membuka dua arah saat mudik. Sekarang karena konstruksi dilanjutkan, kembali diberlakukan sistem satu arah bergantian,” jelas Taufiq.

Pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama melintas di lokasi proyek.

Dia juga meminta pengendara agar mematuhi rambu, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas demi menghindari potensi kecelakaan.

“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini dan berharap pekerjaan dapat selesai sesuai target,” tutur Taufiq. (sam/ute)

www kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: