Gubernur Minta Paser Matangkan Persiapan Porprov Kaltim 2026

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mematangkan seluruh persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026.

Mulai dari akomodasi, venue pertandingan, transportasi hingga layanan kesehatan bagi atlet dan ofisial harus dipastikan siap sebelum pelaksanaan.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud saat menerima audiensi Bupati Paser dr H Fahmi Fadli beserta jajaran Sekretariat Kabupaten (Setkab) Paser di Ruang Rapat Gubernur Kaltim pada Selasa, 3 November 2026.

Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut akan mempertandingkan 64 cabang olahraga (cabor) dengan total 1.072 nomor pertandingan.

Sebanyak 52 cabor akan dipertandingkan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah utama. Sementara itu, empat cabor digelar di Balikpapan, tujuh cabor di Samarinda, dan satu cabor di Berau.

Rudy memperkirakan sekitar 8.700 atlet, pelatih, manajer, dan ofisial akan datang mengikuti maupun mendukung penyelenggaraan Porprov.

Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk kepala daerah, pejabat, keluarga atlet, serta masyarakat dari luar daerah yang diperkirakan turut hadir.

Dengan potensi kedatangan ribuan orang tersebut, Rudy mengingatkan Pemkab Paser agar memberi perhatian serius terhadap ketersediaan tempat menginap. Berkaca pada pengalaman penyelenggaraan kegiatan serupa di Kutai Timur, kebutuhan akomodasi harus diantisipasi sejak dini.

Dia mendukung rencana Pemkab Paser memanfaatkan rumah warga sebagai homestay untuk menambah kapasitas penginapan, mengingat jumlah hotel di daerah tersebut masih terbatas.

Selain akomodasi, kesiapan venue dan transportasi juga harus dipastikan. Dia juga meminta pelayanan kesehatan bagi atlet dan ofisial menjadi bagian penting dari persiapan penyelenggaraan.

“Porprov ini bukan hanya panggung prestasi di cabang olahraga, tetapi juga bagaimana persaudaraan seluruh masyarakat Kalimantan Timur di Paser ini semakin terajut dengan baik,” jelas politikus Partai Golkar ini.

Pada sisi lain, Gubernur juga mengingatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim agar memastikan seluruh pertandingan berlangsung dengan aturan yang jelas dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dia bilang, profesionalisme wasit dan perangkat pertandingan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan seluruh kontingen. Setiap pertandingan harus berjalan adil sehingga tidak memunculkan persoalan yang justru mencederai semangat olahraga.

“Kita mengejar kemenangan, tapi kemenangan yang terhormat. Kalau kita kalah, kalahnya bermartabat. Pastikan jangan sampai protesnya lebih banyak daripada prestasinya,” tegasnya.

Persoalan anggaran juga menjadi perhatiannya. Dia meminta seluruh dana penyelenggaraan dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Setiap kendala yang muncul di lapangan, lanjutnya, harus memiliki penanggung jawab serta batas waktu penyelesaian yang jelas. Laporan penggunaan anggaran pun harus disusun sesuai kondisi sebenarnya.

“Pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan betul-betul mendukung penyelenggaraan dan kebutuhan atlet. Jangan sampai kegiatannya sudah selesai, kita ada masalah lagi di kemudian hari,” katanya.

Lebih jauh, dia berharap Porprov VIII Kaltim tak hanya menjadi ajang kompetisi antarkabupaten dan kota, tapi juga menjadi momentum melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah.

Pembinaan dan penjaringan atlet melalui Porprov diharapkan dapat memperkuat persiapan kontingen Kaltim menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (adp/ogy)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: