SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong percepatan integrasi platform SADAR (Smart Analysis for Disaster & Adaptive Response) sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis data di Kota Samarinda. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi tim Kota Kita dan IBM di ruang rapat wali kota pada Senin, 9 Maret 2026.
Pertemuan berlangsung di lingkungan Balai Kota Samarinda itu membahas perkembangan desain dan pemanfaatan platform SADAR yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam audiensi tersebut, wali kota didampingi Plh. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nadya Turisna; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aji Syarif Hidayatullah; Kepala BPBD Samarinda, Suwarso; Kabag Kerja Sama Setkot Samarinda, Idfi Septiani; serta Kabag Pemerintahan Setkot Samarinda Imam Gunadi.
Perwakilan tim Kota Kita, Ahmad Rifai menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan melaporkan perkembangan pengembangan platform SADAR agar selaras dengan prioritas pembangunan Kota Samarinda, terutama pada program digitalisasi pemerintahan.
Dia berharap agar pemerintah kota dapat memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kolaborasi, integrasi data, serta pemanfaatan platform lintas perangkat daerah untuk mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih akurat.
Menanggapi pemaparan tersebut, Andi Harun menegaskan bahwa platform SADAR harus memberikan manfaat nyata dalam penanganan kebencanaan di Samarinda.
“Platform ini harus mampu memberikan analisis yang cerdas dan respons yang adaptif. Kita ingin data yang tersaji benar-benar presisi sehingga kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,” tutur Andi Harun.
Dia bilang, teknologi digital hanya akan efektif jika didukung integrasi data yang kuat antara perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan kebencanaan.
Karena itu, dia menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda untuk mengawal proses integrasi sistem secara serius, terutama dalam menghubungkan data lintas instansi termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda.
“Integrasi data itu mutlak. Diskominfo harus memastikan infrastruktur digital kita siap menampung sistem ini agar selaras dengan konsep Smart City yang sedang kita bangun,” tutur Andi Harun.
Sementara itu, tim pengembang dari Kota Kita menyampaikan bahwa desain platform SADAR kini memasuki tahap akhir penyempurnaan fitur utama. Sistem tersebut dirancang mampu mengolah data historis kebencanaan untuk menghasilkan analisis serta prediksi risiko bencana di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, Pemkot Samarinda dan tim pengembang sepakat segera melakukan uji teknis integrasi Application Programming Interface (API) dengan Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Samarinda.
Langkah tersebut diharapkan menjadi tahap awal implementasi platform SADAR secara optimal di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda guna memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis data dan teknologi. (sam/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()












