DaerahEkonomiRagam

Gubernur Kaltim Minta Daerah Jaga Pasokan Pangan dan Inflasi

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di daerahnya untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan serta stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Hal itu disampaikan Rudy Mas’ud saat membuka pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Provinsi Kaltim tahun 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim di Samarinda pada Jumat, 6 Maret 2026.

Dia bilang, forum tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus menjaga harga tetap stabil di tengah dinamika ekonomi.

“Melalui forum diskusi ini, saya harap seluruh pemerintah daerah dapat berkoordinasi dan memastikan ketersediaan pasokan pangan dan bahan pokok,” ucap Rudy Mas’ud.

Dia menyebutkan, stabilitas harga komoditas penting harus dijaga agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Termasuk stabilitas harga dapat terjaga dengan baik dan bisa diterima masyarakat,” tutur politikus Partai Golkar ini.

Dia menilai ketersediaan pangan merupakan faktor strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Selain itu, percepatan digitalisasi keuangan daerah melalui TP2DD juga dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan publik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membawa dinamika baru bagi wilayah Kaltim.

“Terlebih dengan adanya IKN, kita harus mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transformasi digital,” paparnya.

Dia juga mendorong pemerintah daerah mengintegrasikan kebijakan pengendalian inflasi dengan penguatan produksi pangan lokal guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang semakin membuat ekonomi daerah stabil, sekaligus mempercepat transformasi digital di Kaltim,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat menutup pertemuan mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis seperti cabai dan bawang.

Dia mendorong kabupaten dan kota di Kaltim bergerak bersama menuju target swasembada pangan.

“Alhamdulillah, produksi beras kita terus meningkat. Harapannya pada 2026 kita bisa menuju swasembada pangan dengan produksi sekitar 300 ribu ton per tahun,” kata Seno Aji.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut didukung program pencetakan sawah baru yang menambah sekitar 20 ribu hektare lahan pertanian. Dengan tambahan itu, luas sawah aktif di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai sekitar 55 ribu hektare.

“Dengan cetak sawah baru, kita memiliki sawah aktif kurang lebih 55 ribu hektare. Ini target OPD bersama Kementerian Pertanian, semoga bisa tercapai,” ulasnya.

Seno Aji juga mengakui bahwa tekanan inflasi saat ini tidak lepas dari pengaruh dinamika ekonomi global, sehingga pemerintah daerah perlu menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Semoga komoditas yang mempengaruhi inflasi dapat kita kendalikan,” harap politikus Partai Gerindra ini.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni; Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Ujang Rachmat; serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan.

Selain itu, juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk Danrem 091/ASN, Anggara Sitompul, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta sejumlah kepala daerah di Kaltim seperti Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, bersama perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: