SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Merban meluap dan merendam permukiman warga di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur pada Jumat sore, 12 Desember 2025.
Laporan Polsek Muara Bengkal mencatat 40 rumah warga di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Meski demikian, masyarakat masih memilih bertahan di rumahnya karena kondisi air dianggap masih aman dan belum memerlukan evakuasi.
Kapolsek Muara Bengkal, AKP Rahmat Hartoyo menyampaikan penyebab banjir berasal dari curah hujan tinggi dan minimnya sistem drainase yang menyebabkan aliran air menuju Sungai Merban terhambat.
Karena itu, petugas di lapangan terus memantau situasi sekaligus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, apabila debit air meningkat, posko bencana dan lokasi pengungsian akan segera disiapkan untuk menjamin keselamatan warga,” tutur Kapolsek AKP Rahmat Hartoyo.
Menanggapi situasi ini, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto memberi perhatian khusus terhadap penanganan banjir di wilayah Batu Ampar.
Dia menegaskan jajaran Polsek setempat harus tetap siaga dan memastikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
“Saya minta anggota di lapangan tetap memonitor perkembangan debit air dan memastikan masyarakat mendapatkan bantuan serta perlindungan. Kesigapan dan kehadiran polisi sangat dibutuhkan warga di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti ini,” kata AKBP Fauzan.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya terhadap potensi bahaya lain seperti hewan buas yang mungkin muncul ke pemukiman akibat luapan air sungai.
“Kami memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” ucap Fauzan. (*/ogy)
![]()












