Cegah Karhutla, BPBD Kutai Timur Gencarkan Imbauan Larangan Bakar Lahan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur memperluas penyebaran imbauan larangan membakar lahan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan melalui berbagai saluran, mulai dari rumah ibadah, organisasi kemasyarakatan, media massa, hingga pemasangan spanduk di sejumlah lokasi.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. BPBD menilai pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan petugas pemadam, tapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak sebelum munculnya titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Kutai Timur, Sulastin mengemukakan, pihaknya telah membuat materi imbauan secara tertulis untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kelompok dan jaringan yang ada di setiap wilayah.

“Kita buat imbauan itu secara tertulis, kita sampaikan juga ke masjid-masjid, ke gereja-gereja, ke ormas-ormas. Kalau ada pertemuan-pertemuan disampaikan itu,” tutur Sulastin kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Jumat, 4 September 2026.

Kata Sulastin, penyampaian pesan melalui rumah ibadah menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Imbauan juga disampaikan kepada organisasi kemasyarakatan agar pesan mengenai larangan membakar lahan dapat diteruskan kepada anggota maupun lingkungan masing-masing.

Selain melalui jaringan masyarakat, BPBD Kutai Timur memanfaatkan media massa sebagai sarana penyebaran informasi.

“Spanduk juga dipasang di sejumlah titik yang mudah dilihat masyarakat, termasuk kawasan pertokoan,” ucap Sulastin.

Dia bilang, upaya tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Bupati Kutai Timur yang meminta seluruh pihak ikut mendukung kampanye pencegahan karhutla.

Karena itu, menurutnya, Pemerintah daerah mendorong agar upaya pencegahan tidak hanya menjadi tugas BPBD, tetapi dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unsur masyarakat.

Dijelaskan pula, strategi komunikasi yang digunakan BPBD sengaja dibuat melalui banyak saluran. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat Kutai Timur yang memiliki latar belakang suku, agama, komunitas, dan lingkungan sosial yang beragam.

Karena itu, penyampaian informasi mengenai larangan membakar lahan tidak hanya dilakukan melalui satu media. Dia mengaku bahwa pesan pencegahan diarahkan ke berbagai kelompok agar dapat diterima melalui saluran komunikasi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Penanganan karhutla ini bukan hanya tanggung jawab BPBD. Masyarakat juga punya peran penting dalam mencegah munculnya kebakaran,” kata Sulastin.

Dia bilang, masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan karena berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal maupun lahan yang berpotensi terbakar.

Kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dinilai dapat membantu mengurangi risiko munculnya titik api.

Selain mencegah pembakaran, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan adanya api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Laporan lebih awal dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan mengambil tindakan sebelum api meluas.

BPBD Kutai Timur berharap penyebaran imbauan secara berlapis dapat membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus diharapkan mampu mengurangi kejadian karhutla yang dipicu oleh faktor kesengajaan manusia.

Menurut Sulastin, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, terutama menjelang dan selama musim kemarau. Pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, komunitas keagamaan, media, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran dalam menjaga wilayah masing-masing dari ancaman kebakaran.

“Dengan memperluas kanal penyampaian informasi, BPBD Kutai Timur berharap pesan larangan membakar lahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” harap Sulastin.

Edukasi dan kewaspadaan sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menekan potensi karhutla sebelum kebakaran terjadi dan berkembang menjadi lebih luas. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: