DaerahKorporasiNusantara

Kobexindo Kurangi TKA, Semula 269 Kini Tinggal 81 Karyawan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com -PT Kobexindo Cement beroperasi di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur telah mengurangi tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok.

Dari semula 267 orang TKA, kini berkurang menjadi 81 orang saja. Dengan demikian, dari 500 total karyawan yang bekerja di perusahaan semen tersebut, sebanyak 419 orang di antaranya tenaga kerja Indonesia, termasuk lokal.

“Kalau karyawan asingnya sudah berkurang. Awalnya sekitar 267 orang tapi sekarang sudah berkurang menjadi sekitar 81 orang. Jadi sudah saya (menjabat) 2024 di Distransnaker perlahan-lahan kita sampaikan,” kata Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau kepada wartawan di gedung DPRD Kutai Timur pada Senin, 8 September 2025.

PT Kobexindo Cement merupakan korporasi di bawah naungan Hongshi Holding Group. Investor bermarkas di Kota Lanxi Provinsi Zhejiang China ini disebut sebagai mesin penggerak ekonomi lokal dengan nilai investasi mencapai 1 miliar USD atau sekitar Rp15 triliun.

Data per September 2025 tercatat sekitar 500 karyawan, 90 persen merupakan tenaga kerja Indonesia.

“Tadi ada orang Kobexindo datang ke saya, kalau nggak salah namanya Mr. Chen Lee. Jadi kita sampaikan bahwa perusahaan harus nyaman. Penanam modal juga harus nyaman di Kutai Timur. Tapi tolong juga perhatikan hak-hak karyawan dengan baik. Jadi Mr. Chen Lee tadi yang langsung datang,” ucap Roma Malau.

Roma membenarkan pernyataan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi meminta PT Kobexindo menempatkan seorang manajernya yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Hal itu dilontarkan Mahyunadi saat berkunjung ke perusahaan asal Tiongkok tersebut pada Senin, 1 September lalu.

“Jadi permintaan wakil bupati itu terkait manajernya minimal bisa bahasa Indonesia. Itu secara bertahap tadi disampaikan oleh Mr. Chen Lee. Mereka akan berusaha (tempatkan manajer bisa berbahasa Indonesia) cuma saya akan menyampaikan secara preventif,” ungkap Roma.

Jadi siapapun yang ditempatkan di posisi itu nanti, kata dia, maka harus bisa berbahasa Indonesia.  “Contoh, kalau kita ke luar negeri harus belajar bahasa Inggris dulu. Nah, sama dengan itu. Jadi, dengan pendekatan seperti itu Mr. Chen Lee akan berusaha. Tadi saya pakai bahasa Indonesia saja. Saya bilang Bagian Humas itu yang perlu pakai bahasa Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi menyoroti manajemen PT Kobexindo Cement setelah kunjungan kerja ke perusahaan tersebut pada Senin, 1 September 2025.

Dia kecewa karena pihak manajemen masih menggunakan bahasa asing saat menerima rombongan pemerintah.

“Masa kita kunjungan ke sana, malah disambut dengan bahasa Tiongkok. Kita tidak menganggap bahasa Tiongkok itu buruk, tapi ini negara kita. Mereka mencari nafkah di sini, hidup di sini. Seharusnya juga menghargai kekayaan kita, termasuk bahasa Indonesia,” kata Mahyunadi.

Pabrik semen PT Kobexindo Cement diresmikan Isran Noor yang saat itu menjabat gubernur Kaltim pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Peresmian perusahaan semen ini disaksikan sejumlah pimpinan perusahaan yakni Wakil Direktur Hongshi Holding Group, Guo Chiceng; Direktur Hongshi Regional Indonesia, Hu Shuguang; Asisten General Manager Kobexindo Cement, Lai Weipeng; dan Wakil GM Kobexindo Cement, Gong Wei. (ogy/ute)

 

 

 

 

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: