Saefuddin Zuhri Kenang Perjalanan Dakwah Wahidiyah di Kalimantan

PASER, KASAKKUSUK.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menghadiri Mujahadah Nisfussanah Perjuangan Wahidiyah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan doa bersama di Desa Krayan Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada Rabu malam, 4 November 2026.

Kehadiran Saefuddin Zuhri bersama istrinya, E.L. Nova yang juga menjabat Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda, memiliki makna tersendiri.

Selain menghadiri kegiatan keagamaan, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual Saefuddin yang telah mengenal dan mengamalkan perjuangan Wahidiyah sejak usia muda.

Kegiatan diselenggarakan Yayasan Perjuangan Wahidiyah bersama Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh itu berlangsung khidmat. Ratusan jemaah pengamal Selawat Wahidiyah dari berbagai wilayah di Kaltim maupun luar daerah turut mengikuti rangkaian mujahadah dan doa bersama.

Dalam penyampaian fatwa dan amanat, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah Pusat, Hadratul Mukarrom Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri dari Kediri, Jawa Timur mengingatkan pentingnya menjaga adab serta menghormati setiap tamu yang hadir, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan.

Dia secara khusus menyinggung kehadiran Saefuddin Zuhri yang saat ini mengemban amanah sebagai Wawali Samarinda.

Dia menyebutkan, penghormatan kepada sesama tanpa membedakan kedudukan merupakan bagian penting dari penerapan adab sosial dalam perjuangan Wahidiyah.

Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri juga mengenang perjalanan Saefuddin dalam mengembangkan syiar Wahidiyah di Kalimantan. Sejak remaja, Saefuddin telah aktif sebagai pengamal sekaligus pejuang Wahidiyah dan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kedunglo.

Perjalanan tersebut terus berlanjut ketika Saefuddin merantau ke Kalimantan pada awal 1990-an. Dia tetap konsisten menjalankan perjuangan keagamaan, termasuk mendampingi para dai utusan pusat dari Kediri dalam menyebarluaskan syiar Wahidiyah ke berbagai daerah.

Bahkan, dalam kondisi perjalanan yang kala itu masih menghadapi keterbatasan akses dan medan yang sulit, Saefuddin turut membantu kegiatan dakwah hingga ke sejumlah wilayah di Kalimantan.

Dalam amanatnya, Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri juga menekankan pentingnya menjaga keikhlasan melalui prinsip lillah billah, meningkatkan kedisiplinan beribadah, khususnya salat, serta memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap sesama.

Dia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki kesadaran spiritual.

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Paser, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Long Ikis, unsur Polsek dan Koramil, anggota DPRD, tokoh agama, serta pengurus daerah Perjuangan Wahidiyah.

Kehadiran Saefuddin Zuhri bersama istri dalam kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Di tengah tugasnya sebagai Wawali Samarinda, Saefuddin tetap menjaga hubungan dengan lingkungan perjuangan spiritual yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.

Rangkaian Mujahadah Nisfussanah ditutup dengan pembacaan doa Nida Empat Penjuru. Suasana khusyuk mengiringi penutupan kegiatan yang menjadi momentum untuk memperkuat keikhlasan, persatuan, serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. (dkf/ogy)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: