DLH Kutai Timur Atur Jam Kerja dan Lengkapi APD Petugas Kebersihan

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Ketika sebagian warga mulai beraktivitas di jalan, para petugas kebersihan sudah lebih dulu bekerja. Menyapu sisi jalan dan mengangkut sampah menjadi rutinitas mereka, tapi pekerjaan tersebut juga membawa risiko karena dilakukan di tengah aktivitas lalu lintas dan lingkungan kerja yang tidak selalu aman.

Kondisi itu membuat keselamatan petugas menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur.

“Selain memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan, DLH Kutai Timur mulai memperkuat sistem kerja agar tenaga yang berada di lapangan mendapat perlindungan memadai,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kutai Timur, Jurianto kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Selasa, 22 September 2026.

Dia mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan untuk meningkatkan keselamatan para pekerja kebersihan.

Salah satunya dengan melengkapi alat pelindung diri (APD). Perlengkapan tersebut antara lain rompi keselamatan dan safety cone yang digunakan untuk membantu memberi tanda keberadaan petugas ketika bekerja di sekitar jalan.

“Di 2025 APD sudah kita penuhi. Rompi sudah kita penuhi, safety cone sudah kita penuhi,” ucap Jurianto.

Dikemukakan pula, pengadaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko yang dihadapi petugas ketika menjalankan tugas. Namun, menurut DLH, APD bukan satu-satunya langkah yang diperlukan.

Dia menjelaskan, pengaturan waktu kerja juga diterapkan di sejumlah lokasi yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

Di Jalan Pendidikan Sangatta, misalnya, aktivitas penyapuan dihentikan pada waktu tertentu ketika arus kendaraan sedang padat. Kebijakan tersebut dilakukan agar petugas tidak harus bekerja pada kondisi lalu lintas yang berisiko.

Sementara itu, bagi petugas pengangkutan sampah yang bekerja pada malam hari, waktu pengangkutan juga diatur. Aktivitas dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas sehingga pelayanan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan pekerja.

“Pengaturan jam kerja menjadi bagian dari strategi DLH untuk menyesuaikan aktivitas petugas dengan kondisi masing-masing lokasi,” tutur Jurianto.

Alasannya, kebutuhan pelayanan kebersihan tidak selalu sama antara satu kawasan dengan kawasan lainnya.

Ada lokasi yang membutuhkan penyapuan pada waktu tertentu, sementara kawasan lain memiliki kondisi lalu lintas yang membuat pekerjaan perlu dilakukan pada jam berbeda.

Jurianto menyebut pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kebersihan dengan keselamatan pekerja.

“Strateginya pertama memang APD, kemudian safety cone dan mengatur jam kerja mereka,” ujar Jurianto.

Menurutnya, pekerjaan kebersihan sering kali identik dengan aktivitas sederhana seperti menyapu, mengangkut dan memindahkan sampah. Namun, ketika pekerjaan tersebut dilakukan di pinggir jalan atau pada malam hari, risiko yang dihadapi petugas menjadi berbeda.

Petugas harus berhadapan dengan kendaraan yang melintas, kondisi jalan, cuaca, hingga berbagai situasi lingkungan kerja.

Karena itu, DLH Kutai Timur menilai keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan kehati-hatian masing-masing pekerja. Perlengkapan pelindung, tanda keselamatan dan pengaturan waktu kerja menjadi bagian dari sistem yang harus berjalan bersama.

Menurut dia, pengelolaan kebersihan tak hanya berkaitan dengan jumlah armada dan tenaga yang tersedia. Sistem kerja juga harus memperhatikan keselamatan petugas yang menjalankan pelayanan di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, dia yakin pelayanan kebersihan tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan pekerja.

Di balik jalan yang bersih dan sampah yang terangkut, terdapat petugas yang bekerja dalam kondisi lalu lintas yang terus bergerak. Rompi keselamatan, safety cone dan pengaturan jam kerja menjadi bagian dari upaya memastikan mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih aman.

Bagi dia, menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga keselamatan orang yang mengerjakannya merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. (adv)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: