Wagub Kaltim Luncurkan Desa Siaga TB untuk Perkuat Pencegahan
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji meluncurkan program Desa Siaga Tuberkulosis (TB) Provinsi Kaltim sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut hingga tingkat desa dan kelurahan.
Peluncuran program ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Seno Aji berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Wagub Seno Aji didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Siti Sugiyanti; Pengurus Pusat Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes), Suriyanita; serta Sekretaris Umum TP PKK Kaltim, Sarifah Asmawati.
Seno Aji mengatakan, program Desa Siaga TB menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan desa dan kelurahan dalam upaya mengendalikan penyakit menular maupun tidak menular.
“Ini kegiatan yang penting bagi desa dan kelurahan di kabupaten/kota. Sinergi ini dilakukan dalam rangka menghilangkan atau meminimalkan ATM, yang muaranya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim,” tutur politikus Partai Gerindra ini.
Seno bilang, Kaltim termasuk salah satu wilayah prioritas dalam penanggulangan TB. Kaltim tercatat sebagai provinsi ke-16 dari 18 provinsi prioritas yang secara keseluruhan berkontribusi sekitar 86 persen terhadap estimasi kasus TB nasional.
Kondisi tersebut membuat penguatan penanganan TB di tingkat desa dan kelurahan menjadi penting.
Sebab, kata dia, paaemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena keberhasilan eliminasi TB juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani kasus di lingkungan masing-masing.
Dia menyebutkan, saat ini baru 74 desa yang berstatus sebagai Desa Siaga TB dari total 1.038 desa yang ada di Kaltim.
“Saat ini baru sekitar 74 desa yang menjadi Desa Siaga TB dari total 1.038 desa di Kaltim. Mudah-mudahan hingga akhir 2026 jumlahnya terus meningkat,” beber Seno Aji.
Dia menekankan, peran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mencapai eliminasi TB.
Karena itu, lanjut dia, desa dan kelurahan diharapkan mampu berperan dalam menemukan kasus sejak dini, mendorong pasien menjalani pengobatan sampai tuntas, serta membantu mencegah penularan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, keberadaan Desa Siaga TB juga harus diikuti dengan aksi nyata. Forum yang terbentuk melalui program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi ataupun evaluasi, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan.
Dengan penguatan peran desa dan kelurahan, pemerintah berharap penanganan TB di Kaltim semakin terintegrasi, mulai dari penemuan kasus, pendampingan pengobatan hingga upaya pencegahan penularan di masyarakat. (adp/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply