Menkomdigi Sambut Investasi AI Factory Terbesar di Asia Tenggara
JAKARTA, KASAKKUSUK.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Zankore by Indosat, proyek kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA yang akan membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara di Indonesia.
Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas komputasi kecerdasan artifisial (AI) hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun ke depan dan menjadi fondasi pengembangan layanan AI untuk memenuhi kebutuhan Indonesia sekaligus kawasan regional.
Pernyataan itu disampaikan Meutya di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026, menyusul pengumuman investasi yang dilakukan jajaran pimpinan empat perusahaan teknologi global tersebut.
Menurut Meutya, masuknya investasi berskala besar itu menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia terhadap potensi ekonomi digital Indonesia.
“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” ucap Meutya.
AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang dirancang untuk mendukung pengembangan serta operasional layanan kecerdasan artifisial.
Berbeda dengan pusat data konvensional, fasilitas ini mengintegrasikan berbagai komponen utama AI, mulai dari pusat data, GPU berperforma tinggi, jaringan, sistem penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service dan pengelolaan operasional AI secara menyeluruh.
Berdasarkan sejumlah kajian internasional, pembangunan AI Factory membutuhkan investasi sekitar USD50 juta untuk setiap 1 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI.
Dengan target mencapai 1.000 MW, proyek di Indonesia disebut sebagai salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.
Tahap awal pembangunan dijadwalkan dimulai pada semester pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 MW sebelum dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target penuh.
Meutya mengungkapkan, rencana pembangunan AI Factory bukanlah proyek yang muncul dalam waktu singkat.
Menurutnya, gagasan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sejak dua tahun lalu dan kini memasuki tahap realisasi.
“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” katanya.
Selain membangun infrastruktur komputasi, proyek Zankore juga akan menjadi rumah bagi Sahabat-AI, model bahasa besar (Large Language Model/LLM) bersifat open-source yang dikembangkan untuk mendukung Bahasa Indonesia serta berbagai bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Platform tersebut juga akan menyediakan layanan Token-as-a-Service, sehingga kapasitas komputasi AI dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, pengembang aplikasi, hingga masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.
Meutya menilai pembangunan AI Factory akan menjadi fondasi penting bagi ekosistem kecerdasan artifisial nasional.
“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor.
Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan,” tegasnya.
Pada sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember mendatang untuk memperkuat rantai pasok industri AI nasional.
Meutya optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang sebagai pusat pengembangan AI di kawasan, didukung infrastruktur yang terus berkembang, pasar domestik lebih dari 280 juta penduduk, ketersediaan talenta digital, serta kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi digital.
“Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan. Pemerintah akan terus memastikan iklim investasi tetap kondusif agar inovasi AI dapat tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” paparnya.
Pemerintah menegaskan akan terus mendukung investasi strategis di sektor kecerdasan artifisial dengan tetap mengedepankan prinsip pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (ip/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply