Akses Jalan Empat Kampung Terpencil di Kutai Barat Segera Dibangun 

SENDAWAR, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Provinsi Kaltim segera membangun akses jalan menuju empat kampung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat yang selama ini masih terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat meninjau Kampung Lemper, Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung pada Minggu, 5 Juli 2026.

Dalam dialog bersama warga di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Deraya, Rudy Mas’ud menegaskan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh Standar Pelayanan Minimal (SPM), meski berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Akses boleh sulit, akses boleh jauh, tapi mereka tidak boleh kehilangan standar pelayanan minimum. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir di sini,” ucap Rudy Mas’ud.

Keluhan utama disampaikan para petinggi kampung yakni Aliansyah dari Kampung Lemper, Syahrani dari Kampung Deraya, dan Abdul Muthalib dari Kampung Tanjung Soke, berkaitan dengan kondisi jalan yang belum layak.

Ruas sepanjang sekitar 46 kilometer dari Simpang Tiga Bongan hingga Kampung Gerunggung sebagian masih berupa jalan tanah yang berlubang, berdebu saat kemarau, dan licin ketika hujan.

Menanggapi aspirasi itu, dia memastikan pembangunan jalan akan dimulai pada bulan depan dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

“Kami datang ke sini untuk memastikan, sebelum akhir tahun ini, kondisi jalan sudah selesai dibangun. Pembangunan jalan akan kita mulai bulan depan,” ucap politikus Partai Golkar ini.

Dia menegaskan, pemerintah tak akan membiarkan desa-desa terpencil tertinggal dalam pembangunan. Menurutnya, pemerataan infrastruktur menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.

“Kami tidak akan meninggalkan bapak ibu semua. Kami tidak akan meninggalkan desa-desa yang terpencil,” janjinya.

Selain pembangunan jalan, Pemprov Kaltim juga menyatakan siap mendukung pembangunan rumah ibadah serta lamin sebagai pusat pelestarian adat dan budaya di empat kampung tersebut.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga jalan setelah selesai dibangun. Karena itu, dia meminta masyarakat bersama TNI dan Polri mengawasi kendaraan angkutan agar tidak membawa muatan melebihi batas yang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Pastikan tidak ada ODOL (over dimension over load). Maksimum 5 ton yang boleh lewat. TNI, Polri dan masyarakat tolong dijaga,” pintanya.

Ke depan, Rudy berharap Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung yang masih berstatus desa tertinggal dapat segera meningkat menjadi desa berkembang.

Dia optimistis empat kampung tersebut mampu menjadi contoh desa terpencil yang mandiri dan tangguh di Kutai Barat.

“Kemajuan Kaltim akan terlihat dari kemajuan kampung-kampungnya. Kami sampai di sini untuk memastikan bahwa setiap kampung di Kaltim tak boleh ada yang tertinggal dalam hal pembangunan,” tutur Rudy.

Sementara itu, Petinggi Kampung Lemper, Aliansyah mengaku, kehadiran gubernur menjadi momen bersejarah bagi masyarakat di empat kampung tersebut.

“Selama dua periode saya menjadi kepala kampung, baru kali ini ada gubernur yang datang ke sini,” ungkap Aliansyah.

Kunjungan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kutai Barat, Erik Viktory; para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim, serta diisi dengan dialog bersama masyarakat dan peninjauan lamin di Kampung Tanjung Soke yang masih menyimpan berbagai peralatan tradisional sebagai warisan budaya masyarakat setempat. (adp/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: