Menolong Korban Gigitan Anjing,  Relawan Samarinda Berburu Vaksin Anti Rabies

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Malam itu, waktu menjadi sangat berharga bagi seorang warga Jalan Mas Penghulu, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, yang mengalami gigitan anjing pada Rabu, 30 September 2026.

Di tengah kepanikan, seorang relawan ambulans Samarinda Seberang, Fajar bergerak dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk mencari Vaksin Anti Rabies (VAR). Bukan karena korban tidak membutuhkan pertolongan, tetapi stok vaksin yang dicari ternyata tidak tersedia di sejumlah rumah sakit yang didatangi.

Fajar awalnya membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Namun, setibanya di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit menginformasikan bahwa stok VAR sedang kosong.

Situasi itu membuat Fajar kembali bergerak. Korban kemudian dibawa menuju RS Dirgahayu untuk mencari alternatif penanganan.

“Kondisi pasien sekarang nyeri hebat di area gigitan, demam dan meriang, serta mual. Pihak IGD RS Dirgahayu pun bingung mau tindakan apa karena sama-sama tidak memiliki stok vaksin rabies,” beber Fajar.

Kondisi tersebut mendorong para relawan untuk segera mencari informasi mengenai fasilitas kesehatan yang masih memiliki persediaan VAR.

Kekhawatiran muncul karena rabies merupakan penyakit yang memerlukan penanganan medis segera setelah seseorang terpapar melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Penanganan setelah paparan dapat melibatkan perawatan luka dan pemberian vaksin sesuai penilaian tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr H Ismid Kusasih mengimbau agar fasilitas kesehatan dan relawan tetap mengutamakan penanganan awal ketika pasien tiba di IGD.

“Jika tiba di rumah sakit, minta penanganan awal dulu sesuai sakit saat ini yang diderita pasien. Untuk vaksin bisa besok. Yang terpenting penanganan awal dulu,” terang Ismid saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu malam.

Di tengah proses tersebut, jaringan relawan medis Emergency Medical Team (EMT) Info Taruna Samarinda (ITS) ikut bergerak melacak informasi mengenai ketersediaan VAR di Samarinda.

Para relawan menghubungi sejumlah fasilitas kesehatan untuk memastikan lokasi yang masih memiliki persediaan vaksin. Berdasarkan informasi yang mereka terima dari pengalaman penanganan kasus serupa, persediaan VAR dapat tersedia di sejumlah puskesmas 24 jam maupun rumah sakit tertentu.

Pencarian akhirnya menemukan titik terang. “Barusan saya konfirmasi ke RSUD IA Moeis terkait ketersediaan stok vaksin anti rabies, saat ini stok vaksin ready,” ungkap Siko, salah seorang relawan medis, meneruskan informasi dari rekannya.

Informasi tersebut menjadi kabar penting bagi tim yang sejak awal malam mencari fasilitas kesehatan dengan stok vaksin yang tersedia.

Selain RSUD IA Moeis, relawan juga menyebut Puskesmas Lempake dan Puskesmas Trauma Center Loa Janan sebagai sejumlah fasilitas kesehatan yang biasanya memiliki persediaan VAR. Namun, ketersediaan vaksin perlu dikonfirmasi langsung kepada fasilitas kesehatan karena stok dapat berubah.

Setelah mendapatkan kepastian bahwa RSUD IA Moeis memiliki stok vaksin, Fajar dan tim relawan kemudian membawa korban menuju rumah sakit tersebut.

Perjalanan itu menjadi bagian terakhir dari upaya pencarian vaksin pada malam tersebut. Dari RSUD AWS, berlanjut ke RS Dirgahayu, hingga akhirnya informasi mengenai ketersediaan VAR di RSUD IA Moeis ditemukan.

Kasus tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi antara masyarakat, relawan, dan fasilitas kesehatan ketika menghadapi kejadian gigitan hewan yang diduga berisiko rabies.

Bagi Fajar dan para relawan, malam itu bukan sekadar perjalanan membawa pasien. Mereka berpacu dengan waktu untuk memastikan korban mendapatkan akses terhadap penanganan medis dan vaksin yang dibutuhkan.

Korban akhirnya diarahkan ke RSUD IA Moeis untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan vaksinasi sesuai keputusan tenaga kesehatan. (mn/ute)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: