NUSANTARA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah menegaskan kesiapan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Otorita IKN Tahun Anggaran 2026 resmi terbit dengan nilai mencapai Rp6 triliun.
Beriringan dengan turunnya DIPA itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melantik dan menetapkan pejabat perbendaharaan di lingkungan Otorita IKN.
Pelantikan kuasa pengguna anggaran/barang, pejabat pembuat komitmen, pejabat penandatangan surat perintah membayar, serta bendahara pengeluaran digelar di Kantor Otorita IKN, Nusantara pada Rabu, 31 Desember 2025.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengelolaan anggaran pembangunan IKN pada 2026.
Pada pelantikan tersebut, seluruh pejabat perbendaharaan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjalankan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan.
Pada Tahun Anggaran 2026, Otorita IKN menetapkan enam kepala satuan kerja, 24 pejabat pembuat komitmen, lima pejabat penandatangan surat perintah membayar, serta tiga bendahara pengeluaran.
Dalam arahannya, Basuki Hadimuljono menegaskan besarnya anggaran yang dialokasikan negara harus diiringi dengan tanggung jawab tinggi dalam pelaksanaannya. Dia juga mengingatkan agar setiap rupiah dibelanjakan secara tepat dan sesuai ketentuan.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membelanjakan uang negara dengan sebaik-baiknya. Agar betul-betul dimaknai amanah ini dan hindarkan diri dari conflict of interest dalam setiap pengambilan keputusan,” tutur Basuki.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta seluruh pejabat yang dilantik bekerja profesional, patuh pada peraturan perundang-undangan, serta menjaga integritas dalam mendukung pembangunan IKN sebagai proyek strategis nasional.
Dengan telah turunnya DIPA dan lengkapnya perangkat pengelola anggaran, Basuki mengaku optimistis pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Ibu Kota Nusantara pada 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia. (oik/ute)
![]()












