Samarinda Siapkan Proyek Penerangan Jalan Modern Lewat Skema KPBU

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mematangkan rencana pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan jalan sekaligus mendorong efisiensi energi, pemanfaatan teknologi pintar, dan pengelolaan penerangan yang terintegrasi.

Pemantapan rencana tersebut dilakukan melalui presentasi Letter of Intent (LoI) dan data dukungan dari tiga perusahaan atau konsorsium calon pemrakarsa dengan skema unsolicited atau prakarsa badan usaha pada Kamis, 5 November 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balai Kota Samarinda dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri didampingi Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang).

Dalam pertemuan ini, tiga calon pemrakarsa memaparkan konsep, kemampuan teknis, dukungan finansial, hingga teknologi yang ditawarkan untuk pengembangan sistem penerangan jalan di Samarinda.

Saefuddin Zuhri menegaskan, pengembangan APJ melalui skema KPBU harus mengutamakan efisiensi energi, kualitas material, serta keberlanjutan kerja sama. Pemerintah juga menginginkan sistem penerangan yang dapat dipantau secara modern agar pengelolaannya lebih terukur.

“Pada akhirnya, seluruh ikhtiar melalui skema KPBU ini bermuara pada satu tujuan utama, yakni mewujudkan Kota Samarinda sebagai kota yang modern, layak huni, serta memberikan kenyamanan yang maksimal bagi masyarakat,” ucap politikus Partai Nasdem ini.

Presentasi pertama disampaikan PT Sarana Karyatama Selaras (Sarana Group). Direktur Utamanya, Reza Kurniawan memperkenalkan produk lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) bermerek Bandell yang diproduksi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Perusahaan tersebut mengklaim produknya menggunakan komponen dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen, bahkan mencapai 70-80 persen. Kapasitas produksinya berkisar 100 ribu hingga 150 ribu unit lampu PJU per tahun.

Produk Sarana Group telah digunakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Samarinda dan Balikpapan. Perusahaan itu juga memiliki pengalaman penataan PJU di sejumlah daerah, salah satunya Surabaya sejak 2017 melalui tahapan konvensionalisasi, LEDisasi, dan sistemisasi.

Di Surabaya, program tersebut meningkatkan jumlah titik lampu dari kurang dari 80 ribu menjadi lebih dari 125 ribu titik. Perusahaan juga memaparkan pengalaman penataan lebih dari 36 ribu titik lampu di Kabupaten Jember.

Sarana Group menawarkan penggunaan teknologi LED dan sistem lampu cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi. Perusahaan juga menyebut pernah melakukan pemetaan PJU di Samarinda pada 2022.

Calon pemrakarsa kedua merupakan konsorsium PT Fokus Indo Lighting, PT Duta Hita Jaya, dan PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical. Konsorsium ini menawarkan skema kerja sama BDFMOT (Design, Build, Finance, Maintenance, Operation and Transfer) dengan jangka waktu 10 tahun.

Dari aspek finansial, konsorsium tersebut menyampaikan total aset sebesar Rp1,77 triliun dan aset bersih sekitar Rp547,72 miliar. Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang telah diaudit, kemampuan finansial konsorsium diklaim berada di atas estimasi kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (CAPEX) proyek.

Ketiga perusahaan dalam konsorsium memiliki kompetensi berbeda yang saling melengkapi. PT Fokus Indo Lighting berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam penyediaan dan produksi lampu penerangan jalan serta lampu taman. Perusahaan ini juga pernah terlibat dalam proyek KPBU APJ di Kabupaten Madiun.

Sementara PT Duta Hita Jaya memiliki pengalaman di bidang konstruksi dan fabrikasi baja sejak 2001, termasuk pembangunan tiang penerangan jalan, menara telekomunikasi, dan jembatan. Adapun PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical berpengalaman dalam pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk infrastruktur sipil, mekanikal elektrikal, dan telekomunikasi sejak 2007.

Presentasi ketiga disampaikan Konsorsium Pelaksana Perwira Multi Jaya Kencana dan Putra Mitra Gemilang dengan dukungan teknologi Signify Indonesia.

Konsorsium ini enawarkan konsep penerangan jalan berbasis teknologi pintar atau smart pole. Tiang penerangan tersebut dapat dilengkapi sensor kualitas udara, sensor banjir atau genangan, kamera pengawas (CCTV), serta layar LED display atau videotron.

Selain meningkatkan kualitas pencahayaan, konsep tersebut diarahkan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat. Konsorsium juga menawarkan teknologi LED dengan efisiensi tinggi, minimal 160 watt, serta desain perangkat pencahayaan yang menyesuaikan karakter kawasan.

Adapun sistem pemantauan dan pemeliharaan berbasis teknologi turut ditawarkan untuk menjaga keandalan layanan penerangan jalan. Konsep ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Samarinda sebagai kota hijau, modern, dan layak huni.

Menanggapi seluruh pemaparan, Saefuddin mengingatkan bahwa kerja sama KPBU harus memberikan keuntungan yang wajar bagi pemerintah maupun badan usaha. Biaya operasional yang menjadi tanggungan pemerintah harus tetap efisien, tetapi mampu memenuhi kebutuhan layanan penerangan jalan.

Pada sisi lain, badan usaha juga harus memperoleh ruang untuk menjalankan proyek secara berkelanjutan tanpa mengalami kerugian.

Dia meminta komunikasi antara calon pemrakarsa, Bagian Adbang, dan perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perhubungan, terus diperkuat agar seluruh pihak memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.

Dia juga menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas, ketepatan jadwal pelaksanaan, koordinasi lintas sektor, serta penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.

“Pemerintah Kota Samarinda siap mendukung penuh kelancaran proyek strategis ini demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat kita,” tuturnya.

Dengan selesainya pemaparan dari ketiga calon pemrakarsa, Pemkot Samarinda selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan proses seleksi dan perencanaan proyek secara transparan serta akuntabel.

Pengembangan APJ melalui skema KPBU ini diharapkan tidak hanya memperbaiki pencahayaan jalan, tetapi juga menghadirkan sistem penerangan yang hemat energi, terintegrasi, dan didukung teknologi modern. (dkf/ogy)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: