Samarinda Andalkan Dua Inovasi Perkuat Pelayanan Publik
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun memaparkan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam tahapan Presentasi Kepala Daerah Regional Kalimantan IGA 2026 pada Kamis, 5 November 2026.
Kedua inovasi itu yakni Pro Tepat dan Gabin Manis Di Gunting, ditujukan untuk meningkatkan ketepatan penerima bantuan kesehatan, mempercepat penurunan stunting, serta memperkuat tata kelola pemerintahan.
Presentasi yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama tim penilai. Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menjelaskan capaian, dampak, hingga strategi keberlanjutan kedua inovasi.
Pro Tepat merupakan sistem verifikasi dan validasi penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBD. Sistem berbasis ekosistem digital ini dirancang untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Saat menjawab pertanyaan tim penilai dari Tribun News, Andi Harun menyampaikan bahwa penerapan Pro Tepat telah menghasilkan efisiensi fiskal sekitar Rp4,94 miliar.
Penghematan tersebut diperoleh melalui pembenahan dan pemutakhiran data penerima bantuan, termasuk mengidentifikasi penerima yang tidak lagi memenuhi persyaratan serta data ganda. Dengan demikian, pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih tepat sasaran dan biaya administrasi bisa ditekan.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghemat Rp4,94 miliar. Tujuan utama kita adalah menciptakan perlindungan sosial yang kuat bagi masyarakat,” tegas Andi Harun.
Sementara itu, inovasi Gabin Manis Di Gunting merupakan Gerakan Bidan Asuh Wilayah dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Menjawab pertanyaan perwakilan Universitas Lambung Mangkurat, Andi Harun menyebut angka stunting di Samarinda turun dari 17,63 persen pada 2021 menjadi 7,25 persen pada 2026.
Menurut dia, capaian tersebut didukung kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Intervensi dilakukan melalui perbaikan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi, perlindungan sosial, serta edukasi berkelanjutan.
Upaya penanganan stunting juga diintegrasikan dengan Pro Bebaya atau Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan berbasis rukun tetangga (RT).
Melalui program tersebut, penanganan stunting dilakukan secara lebih dekat dengan masyarakat. Intervensinya mencakup perbaikan sanitasi dan infrastruktur hingga pemberdayaan warga dalam peningkatan gizi serta edukasi kesehatan.
Selain memaparkan capaian, Andi Harun menjelaskan strategi Pemkot Samarinda untuk memastikan kedua inovasi tetap berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan daerah.
Dia menegaskan, inovasi yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat perlu dilanjutkan sebagai praktik baik pemerintahan. Karena itu, Pemkot Samarinda memperkuat landasan regulasi, antara lain melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 22 Tahun 2020, Perwali Nomor 52 Tahun 2021, Instruksi Wali Kota Nomor 1 Tahun 2023 tentang Gerakan Baimbai, serta Perwali Nomor 44 Tahun 2025.
Pada 2026, Pemkot Samarinda juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Inovasi Daerah.
Menurut Andi Harun, keberlanjutan inovasi tidak boleh bergantung pada figur kepala daerah. Penguatan regulasi, dukungan pembiayaan melalui APBD, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha, serta pengembangan ekosistem inovasi menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program.
Pemkot Samarinda juga mengembangkan ekosistem inovasi melalui peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), klinik inovasi, serta sistem Jarwo untuk pengajuan, pendataan, pelaporan, dan publikasi inovasi.
Selain itu, kompetisi melalui Lomba Baimbai didorong untuk memacu setiap perangkat daerah menghasilkan inovasi secara konsisten. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang penerapan atau replikasi inovasi antardaerah.
Melalui Pro Tepat dan Gabin Manis Di Gunting, Pemkot Samarinda menargetkan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, bantuan sosial dan kesehatan yang semakin tepat sasaran, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Andi Harun menekankan, keberhasilan inovasi pemerintahan harus ditunjukkan melalui capaian yang terukur dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar gagasan atau narasi program. (dkf/ogy)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply