Sekda Presentasikan Inovasi Kaltim di Innovative Government Award 2026
JAKARTA, KASAKKUSUK.com -Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memaparkan sejumlah inovasi daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis, 5 November 2026.
Mewakili Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan presentasi inovasi daerah di Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Jakarta.
Pada kesempatan itu, Kaltim bersama sembilan kepala daerah lainnya di Regional Kalimantan, baik gubernur, bupati maupun wali kota, memaparkan berbagai inovasi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.
Sri Wahyuni menjelaskan, inovasi Pemprov Kaltim diarahkan untuk mengatasi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM), transformasi ekonomi, kualitas lingkungan hidup, hingga pembangunan infrastruktur dasar dan penunjang ekonomi.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kesenjangan pendapatan dan pembangunan antarwilayah serta peningkatan tata kelola pemerintahan.
Dalam pemaparannya, Sri menyebut program bantuan pendidikan gratis yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di Kaltim.
“Gubernur Kaltim memiliki program bantuan pendidikan gratis untuk meningkatkan kualitas SDM. Meski IPM kami peringkat ke-4 di nasional, namun daya saing ini perlu agar SDM kami kompetitif,” jelasnya.
Pada sektor ekonomi, Sri mengatakan Kaltim tengah mendorong transformasi ekonomi dari ketergantungan terhadap sumber daya alam tidak terbarukan menuju pengembangan industri hilirisasi. Upaya tersebut didukung dengan penyusunan desain besar transformasi ekonomi daerah sebagai arah pembangunan jangka panjang.
Sementara pada sektor lingkungan hidup, pemerintah daerah juga berupaya menjaga kelestarian hutan dan memulihkan kawasan kritis. Salah satunya melalui pemanfaatan dana *carbon fund* dari Bank Dunia untuk mendukung upaya mempertahankan hutan alam dan pemulihan lingkungan.
Pembangunan infrastruktur turut menjadi perhatian mengingat luas wilayah Kaltim membutuhkan dukungan konektivitas dan fasilitas dasar yang memadai.
“Pembangunan infrastruktur menjadi fokus kami, sebab wilayah Kaltim yang luas. Juga peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan,” bebernya.
Dia menambahkan, komitmen terhadap inovasi daerah tak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga diperkuat dengan regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.
Kaltim juga telah memiliki rencana induk dan peta jalan riset, inovasi, serta pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai landasan pengembangan inovasi di berbagai sektor.
Untuk mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahun. Kebijakan tersebut dikenal dengan konsep quick win satu OPD satu inovasi.
“Setiap OPD diwajibkan menyampaikan berbagai inovasi. Minimal satu inovasi setiap tahun atau quick win satu OPD satu inovasi. Kerja sama juga dibangun dengan periset dan perguruan tinggi,” sebutnya.
Dalam presentasi di hadapan tim juri IGA 2026, Sri Wahyuni memaparkan dua kelompok inovasi utama, yakni inovasi digital dan non-digital.
Salah satu inovasi non-digital yang diperkenalkan adalah Toko Kebun Kaltim. Inovasi ini dikembangkan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk perkebunan unggulan daerah agar semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Melalui berbagai terobosan tersebut, Pemprov Kaltim berupaya memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan sekaligus memastikan program pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Partisipasi dalam IGA 2026 juga menjadi kesempatan bagi Kaltim untuk memperkenalkan berbagai praktik inovasi daerah serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. (adp/sam)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply