SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala Desa Kandolo, Alimuddin mempertanyakan efektivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sebab selama bertahun-tahun, tak satu pun dari puluhan usulan prioritas desanya direalisasikan oleh pemerintah kecamatan maupun kabupaten.
Padahal, setiap tahunnya, Desa Kandolo mengajukan 15 hingga 20 item kegiatan yang dinilai paling mendesak, termasuk perbaikan jalan di sepanjang Jalan Pendidikan yang merupakan jalur vital warga.
Dia bilang, Jalan Pendidikan sepanjang sekitar tiga kilometer menjadi salah satu kebutuhan utama warga yang telah lama diajukan.
Jalan poros yang menghubungkan area pemukiman, pusat pendidikan, dan akses pertanian itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
“Ini satu-satunya akses utama warga ke sekolah dan kebun. Tapi tetap saja tidak pernah disetujui,” ujar Alimuddin kepada KASAKKUSUK.com pada Jumat, 12 Desember 2025.
Di tengah tidak bergeraknya usulan desa, kata dia, justru berbagai paket pekerjaan dari kabupaten masuk tanpa koordinasi. Lebih jauh, proyek tersebut mencantumkan nama jalan yang tidak dikenal masyarakat Desa Kandolo.
“Ada keluar nama Jalan Tomat, Jalan Kakap, dan Jalan Payau. Tidak satu pun jalan itu ada di desa ini. Kami yang akhirnya harus menyesuaikan agar tidak jadi temuan,” beber Alimuddin.
Kondisi ini, lanjut dia, membuat desa berada dalam posisi sulit. Jika proyek dipaksa masuk ke jalan yang sudah pernah dibangun oleh desa, maka pembangunan dianggap fiktif karena tidak sesuai dengan data aset.
“Kalau ditimpa di jalan yang sudah ada namanya, itu fiktif. Kami yang nanti disalahkan,” jelas Alimuddin.
Dia menegaskan bahwa situasi tersebut turut mengancam efektivitas pembangunan karena desa tidak diperkenankan mengubah arah prioritas usulan mereka, namun usulan itu sendiri tidak pernah dieksekusi.
“Desa ini butuh kepastian. Kalau Musrenbang hanya formalitas, maka pembangunan tidak akan bergerak,” papar Alimuddin. (ute)
![]()












