Bocah 7 Tahun Tenggelam di Lubang Bekas Tambang di Samarinda

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Sore yang semestinya menjadi waktu bagi anak-anak untuk bermain berubah menjadi kabar duka bagi keluarga Muhammad Andi Riski.

Bocah berusia tujuh tahun itu ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam bekas galian tambang di Jalan Teluk Kedondong, RT 22, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda pada Selasa, 15 September 2026.

Andi Riski, yang masih duduk di kelas II sekolah dasar (SD), dilaporkan tenggelam sekitar pukul 16.30 WITA. Beberapa saat setelah kabar itu menyebar, warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi untuk mencari korban.

Bagi warga, kubangan bekas aktivitas tambang tersebut bukan sekadar genangan air. Kedalamannya yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat lokasi itu menjadi tempat yang berisiko, terutama bagi anak-anak yang berada tanpa pengawasan.

Helmi (41 tahun), tetangga korban yang ikut dalam pencarian, mengatakan kepanikan langsung menyelimuti warga begitu mengetahui seorang anak tenggelam. “Pencarian dilakukan sejak sekitar pukul setengah lima sore,” ungkap Helmi.

Pencarian dilakukan secara manual dengan melibatkan warga sekitar. Dalam suasana penuh kecemasan, mereka menyisir kolam untuk menemukan keberadaan korban.

Hingga akhirnya, Helmi menjadi salah satu warga yang pertama menyentuh tubuh Andi Riski di dalam air. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap.

Warga kemudian berupaya mengevakuasi korban dari dalam kolam. Polisi yang datang ke lokasi turut mengamankan area sekaligus membantu proses pencarian dan evakuasi.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi mengatakan, petugas bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai anak yang tenggelam. “Petugas langsung mendatangi lokasi dan mengamankan area sekitar kejadian,” ucap Joko.

Pencarian berlangsung selama beberapa jam. Setelah bekerja sama dengan warga, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi korban dari kolam sekitar pukul 19.17 WITA.

Namun, upaya tersebut berakhir dengan kabar yang paling ditakutkan keluarga. Andi Riski ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Kepergian bocah yang masih berusia tujuh tahun itu sekaligus kembali memperlihatkan sisi lain dari keberadaan lubang bekas tambang yang terisi air di Samarinda. Bagi anak-anak, permukaan air yang terlihat tenang dapat menyimpan bahaya yang sulit diperkirakan.

Polisi pun kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama ketika bermain di sekitar kolam atau danau bekas galian tambang.

Aiptu Joko meminta masyarakat tidak menganggap kubangan bekas tambang sebagai tempat bermain atau berenang. Pengawasan terhadap anak, menurutnya, harus diperketat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Orangtua harus mengawasi anak agar tidak berenang di danau sekitar,” pesannya.

Di balik peristiwa tersebut, duka kini menyelimuti keluarga Andi Riski. Sementara bagi warga sekitar, tragedi itu menjadi pengingat bahwa kubangan bekas tambang yang terlihat tenang dapat berubah menjadi ancaman mematikan hanya dalam hitungan menit.

Peristiwa di Sempaja Utara itu juga menyisakan pesan sederhana namun penting: keselamatan anak tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Di sekitar lokasi yang memiliki kolam bekas galian tambang, pengawasan orang dewasa menjadi benteng pertama untuk mencegah tragedi serupa terulang. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: