Gandeng Kedubes AS, AMSI Kaltim Gelar Diskusi Perkembangan AI dan Integritas Media

BALIKPAPAN, KASAKKUSUK.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur akan menggelar diskusi mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan dampaknya terhadap kepercayaan serta integritas media.

Diskusi bertema “Perkembangan Teknologi AI dan Dampaknya terhadap Trust dan Integritas Media” tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Grand Tiga Mustika, Room Mutiara Lantai 2, Balikpapan mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai pada Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan AMSI Kaltim itu digelar bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Forum tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang diplomasi publik, teknologi, komunikasi, serta tata kelola AI.

Dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dijadwalkan hadir Katherine Jernigan selaku Public Diplomacy Officer dan Maxwell Scott, pakar sekaligus penasihat AI Governance dari Amerika Serikat. Ketua AMSI Kaltim, Ahmad Yani juga akan terlibat dalam forum tersebut.

Ahmad Yani bilang, diskusi tersebut menjadi ruang untuk melihat perkembangan AI tidak hanya dari sisi teknologi, tapi juga dampaknya terhadap masa depan industri media dan kerja jurnalistik.

Menurutnya, AI sudah mulai masuk ke berbagai tahapan kerja media, mulai dari pengolahan data hingga produksi dan distribusi konten.

“AI memberikan banyak kemudahan. Tapi di balik kemudahan itu ada tanggung jawab yang tidak bisa diserahkan kepada mesin,” kata Ahmad Yani pada Kamis, 17 September 2026.

Dia menilai, kemampuan AI dalam menghasilkan informasi secara cepat harus diimbangi dengan kemampuan manusia melakukan pemeriksaan dan memastikan kebenaran informasi.

“Media bukan hanya dituntut cepat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Ahmad Yani.

Tantangan tersebut semakin kompleks karena AI kini mampu menghasilkan teks, gambar, suara hingga video yang sulit dibedakan dari konten buatan manusia.

Karena itu, Ahmad Yani menyebut mekanisme verifikasi di ruang redaksi perlu diperkuat. Media, kata dia, tak cukup hanya mengetahui bahwa suatu konten dibuat dengan bantuan AI, tapi juga perlu memahami proses penggunaannya serta konsekuensinya terhadap informasi diterima publik.

“Di sinilah integritas redaksi menjadi penting. Teknologi hanya alat. Yang menentukan bagaimana alat itu digunakan tetap manusia,” tutur Ahmad Yani.

Dalam forum tersebut, AMSI Kaltim juga akan membahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam kerja jurnalistik. Di antaranya transparansi penggunaan AI, proses verifikasi, akurasi informasi, tanggung jawab redaksi, serta hubungan media dengan masyarakat.

Dia berharap diskusi tak berhenti pada pembahasan mengenai kemampuan teknologi AI. Menurutnya, media perlu memahami batas penggunaan, risiko, sekaligus tanggung jawab yang menyertainya.

“Kepercayaan publik tidak dibangun oleh kecanggihan teknologi. Kepercayaan dibangun melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” jelas Ahmad Yani.

Bagi AMSI Kaltim, perkembangan AI perlu dihadapi dengan keterbukaan dan kesiapan. Media diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, seperti akurasi, independensi, transparansi dan kepentingan publik.

“Teknologi boleh berkembang dan bergerak cepat. Tapi prinsip jurnalistik tak boleh kehilangan pijakannya,” ujar Ahmad Yani. (*/ogy)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: