Samarinda Raih WHO Healthy City Award, Diakui Kota Aman Perempuan Anak
SYDNEY, KASAKKUSUK.com – Kota Samarinda meraih WHO Healthy City Award 2026, penghargaan internasional dari World Health Organization (WHO) atas upaya membangun lingkungan perkotaan yang sehat, aman, inklusif, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.
Penghargaan tersebut diterima Ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun mewakili Kota Samarinda dalam agenda penerimaan penghargaan di Sydney, Australia pada Selasa, 1 September 2026.
Rinda menyampaikan rasa bangga atas pengakuan tersebut. Menurutnya, penghargaan WHO menunjukkan bahwa pembangunan kota sehat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tapi juga menyangkut keselamatan, kesetaraan dan perlindungan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya sebagai Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda sangat berbangga hati, berbahagia mewakili Kota Samarinda menerima penghargaan dari WHO,” tutur Rinda.
Samarinda mengusung tema pencegahan kekerasan dan peningkatan kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma dan ruang perkotaan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun lingkungan kota yang lebih aman dan ramah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Isteri Wali Kota Samarinda, Andi Harun ini menilai penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Samarinda mendapat pengakuan dalam forum internasional.
“Alhamdulillah, dari situlah Kota Samarinda mendapat penghargaan tersebut. Itu merupakan satu kebanggaan, di mana itu sifatnya dunia, seluruh dunia. Luar biasa,” ucap Rinda.
Kata dia, konsep kota sehat perlu ditempatkan lebih luas daripada sekadar penyediaan fasilitas kesehatan. Kota yang sehat juga harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, memberikan perlindungan, menyediakan kesempatan yang setara dan mendukung masyarakat untuk berkembang tanpa rasa takut.
“WHO telah memberikan sesuatu yang mendorong kota-kota yang ada di dunia ini untuk menjadi kota yang sehat, kota yang peduli akan lingkungannya, peduli akan masyarakatnya, khususnya kepada perempuan dan anak-anak,” ujar Rinda.
Dia berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat perhatian terhadap lingkungan tumbuh kembang anak di Samarinda.
“Di mana anak-anak bisa berkembang dengan sehat, dengan ceria, tumbuh dengan rasa aman di lingkungannya,” katanya.
Sementara itu, Coordinator Division of Health Promotion, Disease Prevention and Control WHO Office for the Western Pacific Region, Dr Joana Madureira Lima mengemukakan, pengalaman Samarinda dinilai penting untuk dibagikan kepada kota lain di kawasan.
Dia menyampaikan apresiasi sekaligus menjelaskan alasan Samarinda memperoleh penghargaan tersebut.
“Kami ingin pengalaman Anda dibagikan kepada kota-kota lain di wilayah kami. Jadi sangat penting untuk memberi tahu Anda, kota Anda, dan semua orang lainnya apa sebenarnya alasan Anda mendapatkan penghargaan ini,” katanya dalam bahasa Inggris.
Menurut Joana, penghargaan diberikan atas upaya Samarinda mencegah kekerasan dan mendorong kesetaraan gender melalui perubahan pada sistem, norma sosial dan ruang perkotaan.
“Penghargaan Anda diberikan karena upaya mencegah kekerasan dan mempromosikan kesetaraan gender. Hal ini berkaitan dengan transformasi sistem, norma, dan ruang perkotaan,” jelasnya.
WHO menilai Samarinda memiliki kekuatan dalam menerapkan pendekatan multisektoral yang dipimpin pemerintah dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Pendekatan itu mencakup keterhubungan layanan kesehatan dan sosial, pelibatan forum anak, sistem pelaporan digital, partisipasi masyarakat, penganggaran yang responsif gender serta pembiayaan yang berkelanjutan.
“Elemen-elemen inilah dari pengajuan Anda yang menarik perhatian kami,” tambah Joana.
Dalam membangun kota yang sehat dan inklusif, Samarinda menjalankan tiga arah transformasi.
Pertama, transformasi sistem melalui integrasi layanan kesehatan masyarakat dengan jejaring perlindungan masyarakat. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat respons terhadap kasus kekerasan, memberikan pelayanan kesehatan yang lebih responsif serta mendukung pemulihan trauma bagi perempuan dan anak.
Kedua, transformasi norma sosial melalui pendidikan dan kepemimpinan lokal. Upaya ini diarahkan untuk membuka ruang dialog mengenai kekerasan berbasis gender sekaligus mendorong masyarakat tidak lagi diam terhadap persoalan tersebut.
Pemberdayaan perempuan dan penguatan tanggung jawab bersama dalam keluarga serta lingkungan sosial juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Ketiga, transformasi ruang perkotaan dengan mendorong lingkungan yang lebih aman, mudah diakses dan inklusif. Prinsip tersebut diterapkan dalam penataan ruang publik, transportasi serta fasilitas pelayanan yang mempertimbangkan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.
Berbagai pendekatan tersebut menjadi bagian dari pembangunan Samarinda yang menempatkan keselamatan, kesetaraan dan kualitas hidup warga sebagai unsur penting dalam konsep kota sehat.
Upaya itu juga sejalan dengan capaian Samarinda yang meraih Predikat Nindya Kota Layak Anak, yang menjadi salah satu indikator komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Bukan Sekadar Penghargaan
WHO Healthy City Award bagi Samarinda tak hanya dipandang sebagai capaian internasional. Penghargaan tersebut menjadi dorongan agar kolaborasi lintas sektor dalam membangun kota sehat terus diperkuat.
Pengakuan itu juga memperlihatkan bahwa kesehatan perkotaan memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk memastikan perempuan merasa aman, anak-anak dapat tumbuh tanpa rasa takut dan seluruh warga memperoleh kesempatan yang setara dalam memanfaatkan ruang kota.
Rinda menyampaikan apresiasi kepada WHO yang terus memberikan ruang bagi kota-kota di dunia untuk bertukar pengalaman dan memperkuat komitmen terhadap pembangunan kota sehat.
Bagi Samarinda, penghargaan tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengembangkan berbagai program yang telah dijalankan.
Dengan penguatan kolaborasi dan inovasi, Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi kota yang sehat secara fisik, tetapi juga kota yang aman, setara dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (dkf/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()
- Forum Kota Sehat Samarinda
- KASAKKUSUK.COM
- kesehatan perkotaan
- kesetaraan gender
- kota inklusif
- Kota Layak Anak Samarinda
- Kota Sehat Samarinda
- Nindya Kota Layak Anak
- penghargaan WHO
- perempuan dan anak Samarinda
- perlindungan perempuan dan anak
- Rinda Wahyuni Andi Harun
- Samarinda
- Samarinda internasional
- WHO
- WHO Healthy City Award 2026


Leave a Reply