Karhutla Kaltim Capai 572 Hektare, Warga Diminta Waspada

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Provinsi Kaltim sepanjang 1–25 Agustus 2026 telah mencapai 572,83 hektare.

Dari luasan tersebut, area non-hutan atau Area Penggunaan Lain (APL) justru menjadi kawasan dengan luas terdampak terbesar.

Data tersebut merupakan hasil penanganan dan pemantauan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltim bersama tim gabungan yang melibatkan petugas pemadam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur masyarakat.

Polhut Ahli Madya sekaligus Koordinator Karhutla Dishut Kaltim, Rahmadi menyebutkan,  karhutla tak hanya terjadi di kawasan hutan. Lebih dari separuh luasan yang ditangani berada di wilayah non-hutan.

“Dari total luasan tersebut, sebanyak 265,54 hektare terjadi di kawasan hutan, sementara 307,3 hektare berada di kawasan nonhutan, khususnya di Area Penggunaan Lain (APL). Data ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga cukup besar di wilayah nonkawasan hutan,” ungkap Rahmadi saat jumpa pers di Ruang Week Dinas Kominfo Kaltim pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Dari total 572,83 hektare tersebut, kawasan hutan yang terdampak mencapai 265,54 hektare. Sementara karhutla di kawasan non-hutan tercatat sekitar 307,3 hektare.

Pada kawasan hutan, Hutan Produksi (HP) menjadi fungsi kawasan dengan luasan terdampak paling besar, yakni 230,85 hektare. Selanjutnya Hutan Konservasi (HK) mencapai 26,8 hektare dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) sebesar 7,89 hektare.

Kondisi Berau dan Kutai Barat 

Di Kabupaten Berau, karhutla tercatat tersebar di sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

KPHP Berau Utara mencatat kebakaran seluas 86,6 hektare di kawasan HP dan 96,7 hektare di APL. Kemudian KPHP Berau Barat mencatat 6 hektare di kawasan HP dan 49,5 hektare di APL.

Sementara KPHP Berau Tengah mencatat karhutla seluas 9,3 hektare di kawasan HP dan 23,1 hektare di APL.

Sementara di Kabupaten Kutai Barat, KPHP Damai mencatat karhutla seluas 22 hektare di kawasan HP dan 155 hektare di APL. Sedangkan KPHP Manor Bulatn mencatat 55 hektare di kawasan HP dan 58 hektare di APL.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran di sejumlah wilayah tak hanya menyasar kawasan berhutan, tapi juga meluas ke area yang berada di luar kawasan hutan.

Rahmadi menilai tingginya luasan karhutla di kawasan non-hutan perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi cuaca kering dapat membuat api lebih mudah muncul dan berkembang apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Dishut Kaltim menekankan pentingnya penguatan kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor. Dunia usaha serta masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak awal agar tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.

“Maraknya karhutla di kawasan non-hutan menjadi sinyal penting untuk memperkuat kewaspadaan, terutama di tengah cuaca kering yang memicu kemunculan titik api secara cepat,” tegas Rahmadi.

Dia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena sumber api dapat muncul di luar kawasan hutan. Pencegahan dan respons cepat di tingkat lapangan menjadi kunci untuk membatasi penyebaran api.

Data luasan karhutla tersebut masih bersifat sementara. Angkanya dapat berubah mengikuti perkembangan penanganan serta pembaruan laporan dari lapangan. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: