Milad WNRK, Wawali Saefuddin Dorong Paguyuban Perkuat Persatuan Samarinda

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengajak seluruh paguyuban di Kota Samarinda memperkuat persatuan dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, keberagaman paguyuban merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting untuk membangun kota secara bersama-sama.

Pesan tersebut disampaikan Wawali Saefuddin Zuhri saat menghadiri rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Milad ke-3 Paguyuban Wong Nganjuk Rantau Kaltim (WNRK), sekaligus syukuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Joglo Semar, Jalan Rapak Indah 3, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung dalam suasana guyub dan penuh kekeluargaan. Sejumlah perwakilan paguyuban turut hadir bersama anggota WNRK, menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan lintas kelompok masyarakat.

Dalam sambutannya, Saefuddin menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Wong Nganjuk Rantau Kaltim yang telah memasuki usia tiga tahun. Dia berharap keberadaan organisasi tersebut terus memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat di Kota Samarinda.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada warga paguyuban, sedulur Paguyuban Nganjuk Rantau Kaltim yang milad ke-3 ini,” ucap Saefuddin.

Politikus Partai Nasdem ini mengemukakan, bertambahnya usia sebuah paguyuban bukan hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi sosial di lingkungan tempat anggotanya tinggal.

Dia menegaskan pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat, termasuk organisasi dan paguyuban, diperlukan agar pembangunan dapat berjalan secara bersama-sama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada warga yang ikut serta untuk membangun. Maka dengan itu marilah kita bersama-sama warga Kota Samarinda dan Pemerintah Kota Samarinda untuk bersatu untuk membangun Kota Samarinda yang lebih baik,” kata Saefuddin Zuhri.

Dia menilai keberadaan berbagai paguyuban di Samarinda merupakan kekuatan sosial yang perlu dirawat. Perbedaan asal daerah maupun latar belakang, menurutnya, tidak seharusnya menjadi pembatas dalam membangun hubungan antarmasyarakat.

Dia mengajak seluruh paguyuban untuk saling mendukung, menjaga komunikasi dan menghadiri kegiatan satu sama lain sebagai bagian dari upaya memperkuat persaudaraan.

“Jangan merasa yang ini lebih baik, jangan merasa ini yang lebih bagus. Makanya ayo kita sama-sama semua saudaraku,” ajaknya.

Wawali juga meminta perbedaan pilihan maupun agenda antarorganisasi tidak berkembang menjadi persoalan. Setiap paguyuban memiliki kegiatan masing-masing yang perlu dihormati tanpa mengurangi hubungan baik.

“Kita harus bisa bersatu walaupun apa pun paguyubannya, apa pun agamanya,” tuturnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat yang tinggal dan mencari penghidupan di Samarinda maupun Kaltim untuk turut menghargai serta memajukan daerah tempat mereka berada.

“Mari kita junjung tinggi negeri yang kita injak ini. Kita bawa, kita majukan kota yang lebih baik lagi. Kalau itu sudah kita bersama-sama, insyaallah Indonesia akan maju, Kota Samarinda akan maju, Kaltim akan maju,” tuturnya.

Perkuat Kegiatan Sosial

Memasuki usia tiga tahun, WNRK tak hanya menjadi wadah silaturahmi warga asal Nganjuk. Paguyuban tersebut juga mengembangkan sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan anggotanya.

WNRK rutin menggelar kopdar bulanan yang diisi tahlil, doa bersama dan santunan anak yatim. Selain itu, terdapat kegiatan berbagi nasi bungkus setiap Kamis malam Jumat, gotong royong antaranggota, serta bantuan bagi anggota yang sedang mengalami kesulitan.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya paguyuban memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dalam peringatan Milad ke-3, penyelenggara juga menyampaikan bahwa usia tiga tahun masih menjadi fase pembelajaran bagi organisasi.

Karena itu, WNRK terbuka terhadap masukan dan saran dari berbagai pihak untuk memperbaiki kegiatan dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Tiga momentum yang dirangkai dalam satu kegiatan memiliki makna masing-masing. Maulid Nabi menjadi ruang memperkuat nilai keagamaan, Milad WNRK menjadi refleksi perjalanan organisasi, sedangkan HUT Kemerdekaan RI menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kebersamaan.

Wawali Saefuddin berharap perjalanan WNRK dapat menjadi inspirasi bagi paguyuban lain untuk menjaga kekompakan sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dengan Milad ke-3 Wong Nganjuk Rantau Kaltim ini bisa menjadi inspirasi kita semua. Nggak usah otot-ototan,” pesannya.

Ingatkan Bahaya Kebakaran

Di sela pesan persatuan, Saefuddin juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas.

Karena itu, dia meminta warga memastikan kompor dan peralatan listrik di rumah telah dimatikan atau dicabut sebelum bepergian. Masyarakat juga diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.

Rangkaian Maulid Nabi, Milad WNRK dan syukuran kemerdekaan tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan.

Dari kegiatan itu, Saefuddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keberagaman paguyuban sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan ikut membangun Kota Samarinda. (dkf/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: