130 ASN Samarinda Terima Satyalancana Karya Satya

SAMARINDA, KASAKKUSUK.comSebanyak 130 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Penganugerahan ini dihadiri Wali Kota Samarinda, Andi Harun; Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri; Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti; serta jajaran pejabat Pemkot Samarinda berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Kamis pagi, 20 Agustus 2026

Dari 130 penerima penghargaan, sebanyak 15 PNS menerima Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian 30 tahun, 26 orang untuk masa kerja 20 tahun, dan 89 orang untuk masa pengabdian 10 tahun.

Penyematan penghargaan dilakukan oleh tiga pimpinan daerah sesuai masa pengabdian. Andi Harun menyematkan penghargaan bagi penerima masa pengabdian 30 tahun, Saefuddin Zuhri untuk masa kerja 20 tahun, sedangkan Neneng Chamelia Shanti bagi penerima masa kerja 10 tahun.

Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun mengatakan Satyalancana Karya Satya tak semestinya dimaknai sekadar sebagai penghargaan atas lamanya masa kerja.

Dia menilai, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat tentang tanggung jawab ASN dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Penghargaan ini bukan sekadar tanda kehormatan, tetapi menjadi pengingat bahwa kita telah diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ucap Andi Harun.

Politikus Partai Gerindra ini menyebutkan masa pengabdian selama satu hingga tiga dekade merupakan perjalanan panjang yang diisi pengalaman, tantangan, serta dinamika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa kerja, tetapi menjadi modal untuk meningkatkan pelayanan publik, menjaga integritas, dan membimbing ASN yang lebih muda.

“Semakin lama kita mengabdi, semakin besar pula tanggung jawab yang melekat pada diri kita,” ujarnya.

Andi Harun kemudian menekankan pentingnya menjaga loyalitas ASN agar tidak terikat kepada figur atau jabatan tertentu. Menurutnya, kepemimpinan pemerintahan akan terus berganti, tapi kewajiban ASN untuk melayani masyarakat harus tetap berjalan.

Andi Harun meminta ASN memberikan loyalitas kepada daerah, bangsa, negara, dan masyarakat, bukan kepada individu yang sedang menduduki jabatan.

“Jangan pernah melihat siapa kepala dinasnya, siapa pimpinan UPTD-nya, siapa sekretaris daerahnya, siapa asistennya, bahkan siapa wali kota dan wakil wali kotanya. Yang paling penting adalah loyalitas dan dedikasi kita kepada Kota Samarinda, bangsa dan negara,” ucap Andi Harun.

Menurutnya, loyalitas yang diberikan kepada seorang pejabat akan berakhir ketika pejabat tersebut tidak lagi menduduki posisi yang sama.

Sebaliknya, loyalitas kepada bangsa, negara, dan masyarakat akan membuat pengabdian tetap berjalan dalam kondisi apa pun.

“Kalau loyalitas kita kepada bangsa, negara, dan masyarakat, maka pengabdian itu akan terus berjalan, siapa pun pemimpinnya,” katanya.

Andi Harun juga mengajak ASN memandang pekerjaan sebagai bentuk pengabdian. Ia menilai kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar, tapi dapat dimulai dari pekerjaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Berbuat baik itu tidak harus besar. Berbuat baik walaupun kecil, tetapi dilakukan dengan konsisten, akan menjadi pendidikan yang baik bagi diri kita, keluarga, bangsa dan negara,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan ASN agar tetap berpegang pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Perbedaan pandangan terhadap kondisi ekonomi, politik, kebijakan, maupun kepemimpinan, kata dia, tidak boleh menggeser kesetiaan terhadap fondasi negara.

“Kita boleh kecewa kepada pemimpin, kita boleh kecewa karena persoalan ekonomi maupun politik. Tetapi kita tidak boleh bergeser sedikit pun dari ideologi bangsa,” tegasnya.

Kata dia, kemerdekaan Indonesia dibangun melalui pengorbanan para pendahulu. Karena itu, setiap generasi memiliki tanggung jawab menjaga hasil perjuangan tersebut melalui kontribusi sesuai tugas dan kewenangannya.

Dia berharap pengabdian para ASN dapat terus mendukung terciptanya Samarinda yang aman, damai, kondusif, serta terbuka bagi seluruh masyarakat untuk berkontribusi

Terakhir, Andi Harun kembali mengingatkan bahwa penghargaan Satyalancana Karya Satya bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian. Semakin panjang masa kerja seorang ASN, semakin besar pula tanggung jawab untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

“Kalau kita tidak mampu melakukan sesuatu yang besar untuk negeri ini, minimal jangan melakukan sesuatu yang merugikan negeri ini,” ujarnya.

Andi Harun kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan dan meminta mereka terus mempertahankan semangat pengabdian.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Terus mengabdi, terus bekerja, dan terus berbuat baik untuk Samarinda,” paparnya. (dkf/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: