Angka Stunting Samarinda Turun Jadi 17,1 Persen Lampaui Target Nasional
SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat keberhasilan dalam menekan angka stunting. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Kota Samarinda turun dari 24,7 persen pada 2020 menjadi 17,1 persen pada 2025 atau melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 18 persen.
Capaian tersebut disampaikan dalam penutupan Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA GENTING) dan Gerakan Ketua RT Sepuluh Ribu Cegah Stunting (GERET BUNTING) di aula Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani; Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto; Camat Samarinda Utara, Mohamad Joni; Plt Lurah Lempake, Euis Nurfaida, Plt. Kepala Puskesmas Lempake, drg. Komang Ayu Indah Ardhani; Ketua LPM Kelurahan Lempake, TP PKK Kota Samarinda, serta para Ketua RT se-Kelurahan Lempake.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan target penurunan stunting secara bertahap hingga mencapai 14 persen pada 2030 dan terus ditekan menjadi 5 persen pada 2045.
“Pemerintah Kota Samarinda menargetkan penurunan angka stunting dapat mencapai 14 persen pada tahun 2030, dan terus ditekan hingga menyentuh 5 persen pada 2045 mendatang,” ucap Deasy.
Dia menjelaskan, Program OTA GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan masyarakat untuk membantu ibu hamil berisiko stunting dan keluarga kurang mampu melalui dukungan para orangtua asuh.
Pelaksanaan program tersebut melampaui target yang telah ditetapkan. Dari sasaran awal sebanyak 2.126 penerima manfaat, realisasinya mencapai 2.776 sasaran yang tersebar di 10 kecamatan dengan total bantuan sebesar Rp352.600.000.
Deasy menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan para Ketua RT yang berpartisipasi dalam GERET BUNTING sehingga program tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Samarinda.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto menilai GERET BUNTING di Kelurahan Lempake sebagai inovasi yang layak menjadi contoh karena mengedepankan semangat gotong royong masyarakat.
Dia menyebutkan, kontribusi swadaya sebesar Rp10 ribu dari para Ketua RT bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama dalam menjaga kualitas generasi mendatang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan OTA GENTING dan GERET BUNTING. Ia berharap inovasi tersebut dapat diterapkan di seluruh kelurahan di Kota Samarinda.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Kita berjuang bersama agar stunting di Samarinda bisa turun hingga nol persen,” kata Saefuddin.
Dia juga mengingatkan pentingnya komitmen keluarga penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan dan menerapkan edukasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia bilang, keberhasilan menekan angka stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan tren penurunan prevalensi stunting yang terus membaik, Pemkot Samarinda optimistis target jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas dapat tercapai melalui penguatan program pencegahan berbasis gotong royong. (dkf/ute)
www.kasakkusuk.com
![]()


Leave a Reply