Kaltim Perlu Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Demi Perluas Kesempatan Kerja Masyarakat

SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai Kaltim perlu memperluas sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan peluang usaha.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi mulai mengalami penurunan daya serap tenaga kerja.

Pernyataan itu disampaikan Hetifah saat menyoroti tantangan ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi di Kaltim pada Jumat, 24 Juli 2026.

Dia menyebutkan, Kaltim memiliki potensi besar di berbagai sektor di luar pertambangan yang dapat dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Kalau Kaltim itu sebetulnya yang paling dibutuhkan adalah lapangan kerja dan lapangan usaha. Apalagi sekarang kita mengetahui mungkin di beberapa sektor mulai ada pengurangan kesempatan kerja,” kata Hetifah.

Menurutnya, sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan.

Namun, kata dia, potensi tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan usaha sekaligus membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.

“Hal-hal terkait ketahanan pangan atau sektor pertanian juga memiliki potensi. Saya juga melihat peternakan pun sebetulnya banyak yang bisa diproduksi oleh Kaltim sendiri,” ucap Hetifah.

Dia menilai proses peralihan tenaga kerja dari sektor pertambangan menuju sektor ekonomi alternatif membutuhkan persiapan yang matang.

Karena itu, peningkatan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

Pendidikan Perlu Selaras dengan Kebutuhan Industri

Sebagai upaya jangka panjang, Hetifah menekankan pentingnya penyelarasan dunia pendidikan dengan arah pembangunan ekonomi Kaltim.

Menurutnya, program studi di perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan vokasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan sektor-sektor yang diproyeksikan berkembang di masa depan.

“Program studi yang dikembangkan di Kaltim harus disesuaikan dengan prospek ekonomi ke depan. SDM harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu berkontribusi di dunia usaha maupun dunia kerja, bukan menjadi penganggur,” tegasnya.

Dia juga mengapresiasi kebijakan pendidikan gratis melalui program Gratispol yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Meski demikian, Hetifah mengingatkan bahwa peningkatan akses pendidikan harus dibarengi dengan kesiapan dunia usaha dan industri agar lulusan memiliki peluang kerja yang memadai.

“Industri dan ekonominya harus disiapkan dari sekarang supaya nanti mereka yang sudah selesai sekolah atau kuliah bisa langsung terserap ataupun menciptakan lapangan kerja baru, misalnya di usaha kreatif, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang masih menjanjikan,” tutur politikus Partai Golkar ini.

Sensus Ekonomi Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan

Hetifah menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan di Kaltim.

Data tersebut dinilai penting untuk memetakan sektor-sektor yang masih memiliki prospek pertumbuhan serta kebutuhan riil masyarakat.

“Nanti akan terlihat sektor mana yang masih prospektif, apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” paparnya.

Melalui diversifikasi ekonomi, penguatan kualitas sumberdaya manusia, serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan industri, Hetifah berharap Kaltim mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. (mn/ute)

www.kasakkusuk.com

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: